Turki Akhiri Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Dramatis, Amerika Serikat Tumbang 2-3 meski Tetap Juara Grup

Timnas Turki tersingkir dari Piala Dunia 2026. (Foto: FIFA)

Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID, JAKARTA – Timnas Turki menutup kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil manis. Meski sudah dipastikan tersingkir dari persaingan menuju fase gugur, tim berjuluk Bintang Bulan Sabit itu sukses menaklukkan Amerika Serikat (AS) dengan skor 3-2 pada laga terakhir Grup D yang berlangsung di Stadion Los Angeles, Inglewood, Jumat (26/6/2026).

Kemenangan ini memang tak mampu mengubah nasib Turki di klasemen. Mereka tetap finis di dasar Grup D dengan raihan tiga poin. Namun, hasil tersebut menjadi penutup yang membanggakan setelah melalui dua pertandingan awal tanpa kemenangan.

Di sisi lain, kekalahan tidak menghalangi Amerika Serikat melangkah ke babak 32 besar. Tim asuhan Mauricio Pochettino tetap mengakhiri fase grup sebagai pemuncak klasemen dengan enam poin dan telah mengamankan tiket ke fase gugur.

AS membuka pertandingan dengan sangat meyakinkan. Baru tiga menit laga berjalan, tuan rumah langsung memimpin lewat sundulan Auston Trusty yang memanfaatkan sepak pojok akurat dari Sebastian Berhalter. Gol cepat itu membuat publik di Stadion Los Angeles bersorak.

Namun keunggulan tersebut hanya bertahan beberapa menit. Turki merespons dengan permainan menyerang yang efektif. Pada menit ke-10, Arda Guler memperlihatkan kualitasnya sebagai salah satu talenta muda terbaik Eropa. Berawal dari kombinasi apik bersama Baris Yilmaz, gelandang muda itu sukses mengecoh Matt Turner sebelum menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Amerika Serikat sempat memiliki peluang untuk kembali unggul dua menit kemudian. Brendan Aaronson melepaskan tendangan mendatar dari dalam kotak penalti, tetapi bola masih mampu diamankan dengan tenang oleh Ugurcan Cakir.

Alih-alih kembali memimpin, Amerika justru kebobolan untuk kedua kalinya. Pada menit ke-31, Orkun Kokcu memanfaatkan umpan tarik mendatar dari sisi kanan dan melepaskan penyelesaian sempurna yang tak mampu dijangkau Turner. Turki pun membalikkan keadaan menjadi 2-1 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Amerika Serikat langsung meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya terlihat pada menit ke-48 ketika Sebastian Berhalter tidak hanya menjadi kreator, tetapi juga mencetak gol penyeimbang.

Gol tersebut lahir setelah lini belakang Turki gagal mengantisipasi umpan panjang. Bola liar jatuh ke kaki Berhalter yang tanpa ragu melepaskan tendangan keras dari depan kotak penalti. Skor kembali sama kuat 2-2.

Mauricio Pochettino kemudian memasukkan Christian Pulisic pada menit ke-58 untuk menambah daya gedor. Kehadiran kapten Amerika Serikat itu langsung memberi dampak positif terhadap permainan tim. Tiga menit berselang, Pulisic hampir membawa negaranya kembali unggul, tetapi peluang emasnya berhasil dimentahkan Ugurcan Cakir yang tampil gemilang sepanjang pertandingan.

Turki juga terus memberikan ancaman. Kenan Yildiz sempat melakukan aksi individu yang diakhiri tendangan keras pada menit ke-71, meski bola masih melenceng tipis dari sasaran.

Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, pelatih Vincenzo Montella melakukan sejumlah pergantian pemain pada 10 menit terakhir. Keputusan tersebut terbukti jitu.

Pada menit kedelapan masa tambahan waktu, Kaan Ayhan yang masuk dari bangku cadangan menjadi pahlawan kemenangan Turki. Ia berhasil mencetak gol penentu yang memastikan timnya menang dramatis 3-2 atas Amerika Serikat.

Meski tersingkir dari Piala Dunia 2026, kemenangan atas juara Grup D menjadi modal positif bagi Turki untuk menatap agenda internasional berikutnya.

Sementara itu, Amerika Serikat tetap melangkah ke babak 32 besar sebagai juara grup. Tim berjuluk The Yanks dijadwalkan menghadapi Bosnia dan Herzegovina yang lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik Grup B pada Kamis (2/7) pukul 07.00 WIB di Stadion San Francisco Bay Area.

Susunan pemain

Turki: Ugurcan Cakir, Zeki Celik, Ozan Kabak, Abdulkerim Bardakci, Eren Elmali, Salih Ozcan, Orkun Kokcu, Oguz Aydin, Arda Guler, Kenan Yildiz, Baris Yilmaz.

Pelatih: Vincenzo Montella.

Amerika Serikat: Matt Turner, Joe Scally, Auston Trusty, Miles Robinson, Mark McKenzie, Sebastian Berhalter, Weston McKennie, Tim Weah, Giovanni Reyna, Brendan Aaronson, Ricardo Pepi.

Pelatih: Mauricio Pochettino.

(Sumber: FIFA)