Polri Rotasi 1.121 Personel dan Bentuk Polresta Baru di IKN

Berkaitan dengan mutasi di tubuh Polri,Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan bahwa mutasi merupakan hal yang lazim dalam organisasi sebagai bentuk pembinaan karier sekaligus upaya meningkatkan kinerja institusi.( Foto: polri) 

Editor: Damar Pratama

GEBRAK. ID, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi, mutasi, dan promosi jabatan terhadap 1.121 personel perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) Polri. Kebijakan besar ini tertuang dalam tujuh Surat Telegram (ST) yang diterbitkan pada Kamis (25/6/2026) sebagai bagian dari penguatan kelembagaan dan penyegaran organisasi .

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan bahwa mutasi merupakan hal yang lazim dalam organisasi sebagai bentuk pembinaan karier sekaligus upaya meningkatkan kinerja institusi.

"Mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, kapasitas kepemimpinan, serta efektivitas pelaksanaan tugas Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat," kata Trunoyudo dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6/2026) .

748 Personel Dapat Promosi

Dari total 1.121 personel yang dimutasi, sebanyak 748 personel mendapatkan promosi maupun perpindahan jabatan setara (flat) . Tujuh Surat Telegram yang diterbitkan meliputi ST/1335/VI/KEP./2026 sebanyak 74 personel, ST/1336/VI/KEP./2026 sebanyak 359 personel, ST/1337/VI/KEP./2026 sebanyak 65 personel, ST/1338/VI/KEP./2026 sebanyak 174 personel, ST/1339/VI/KEP./2026 sebanyak 150 personel, ST/1340/VI/KEP./2026 sebanyak 104 personel, dan ST/1341/VI/KEP./2026 sebanyak 195 personel .

Pergantian Kapolda dan Wakapolda

Sejumlah jabatan strategis turut mengalami pergantian. Jabatan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslitbang) Polri kini dijabat Brigjen Pol Didi Hayamansyah .

Dua jabatan Kapolda juga berganti, yakni Kapolda Aceh yang kini dijabat Brigjen Pol Ruddi Setiawan dan Kapolda Papua Barat Daya yang dipercayakan kepada Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru. Jabatan Kapolda Aceh sebelumnya dijabat Irjen Marzuki Ali Basyah yang dimutasi dalam rangka pensiun. 

Selain itu, Polri juga merotasi tiga jabatan Wakapolda, meliputi Wakapolda Banten, Wakapolda Maluku, dan Wakapolda Papua Barat Daya. 

Bentuk Polresta Baru di IKN

Dalam kebijakan ini, Polri membentuk satu Polresta baru di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai langkah strategis memperkuat pelayanan kepolisian seiring perkembangan kawasan ibu kota baru. 

Kapolresta IKN dipercayakan kepada AKBP Supriyanto yang sebelumnya menjabat sebagai Wadirpolairud Polda Kalimantan Timur . "Pembentukan dan peningkatan tipe satuan kewilayahan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pelayanan kepolisian kepada masyarakat, sekaligus menyesuaikan kebutuhan organisasi dengan perkembangan wilayah dan tantangan kamtibmas yang semakin dinamis," ucap Trunoyudo. 

Selain Polresta IKN, Polri juga membentuk empat Polres Tipe D baru di wilayah Padang Lawas Utara, Sumba Tengah, Konawe Kepulauan, dan Banggai Laut. Delapan Polres Tipe D ditingkatkan statusnya menjadi Polresta, meliputi Karawang, Batang, Klaten, Tuban, Sumenep, Gowa, Banggai, dan Lombok Tengah. 

Promosi 190 Kapolres dan Peran Polwan

Pada level kewilayahan, Polri melakukan promosi terhadap 190 jabatan Kapolres/Ta/Metro/Tabes . Sejumlah nama pejabat baru kapolres antara lain AKBP Ade Papa Rihi sebagai Kapolres Tasikmalaya, AKBP Jonathan David Harianthono sebagai Kapolres Salatiga, dan Kombes Putu Kholis Aryana sebagai Kapolres Metro Bekasi Kota. 

Mutasi kali ini juga memberikan ruang lebih luas bagi personel polisi wanita (polwan). Sebanyak 45 polwan memperoleh promosi jabatan, termasuk 17 personel yang dipromosikan menjadi Kapolres setingkat IIIA2. 

"Peningkatan peran polwan dalam jabatan strategis menunjukkan komitmen Polri terhadap pengembangan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan berbasis kompetensi tanpa membedakan gender," tegas Trunoyudo. 

Selain promosi dan rotasi, mutasi juga mencakup pengukuhan jabatan terhadap delapan personel, penempatan jabatan bagi 68 lulusan Pendidikan Pengembangan Pimpinan dan Tinggi (Dikbangti) dan S3 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), serta pemberangkatan 37 personel untuk mengikuti pendidikan pengembangan dan pendidikan pengembangan manajemen tahun anggaran 2026.

Trunoyudo menegaskan seluruh kebijakan mutasi dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi, sistem merit, serta evaluasi kinerja yang berkelanjutan. "Melalui mutasi ini diharapkan seluruh personel yang mendapatkan amanah jabatan baru dapat segera beradaptasi, meningkatkan kinerja, dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi serta masyarakat," pungkasnya. 

( sumber: polri