Universitas Brawijaya Buka 5 Prodi D4 Baru: Siapkan Lulusan Siap Kerja di Era Digital dan Industri Modern

Kampus Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur. (Foto: ub.ac.id)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID; MALANG – Kabar baik bagi calon mahasiswa yang ingin kuliah vokasi dengan peluang kerja tinggi. Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) Malang resmi membuka lima program studi (prodi) Sarjana Terapan (D4) baru yang mulai menerima mahasiswa melalui jalur seleksi mandiri tahun akademik 2026.

Lima program studi baru tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia industri yang terus berkembang, terutama pada sektor teknologi digital, keuangan modern, industri kreatif, hingga bisnis kuliner yang saat ini tumbuh pesat.

Dekan Fakultas Vokasi UB, Mukhammad Kholid Mawardi, mengatakan hadirnya prodi baru ini menjadi bukti kepercayaan pemerintah terhadap kualitas pendidikan yang dikembangkan Universitas Brawijaya, khususnya di bidang pendidikan vokasi.

Menurutnya, dunia kerja saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan teknis dan pengalaman praktik yang kuat.

"Melalui lima prodi baru yang telah diresmikan, kami menghadirkan kemahiran teknis dengan penguasaan teknologi serta memastikan setiap lulusan Vokasi UB menjadi penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata Indonesia yang lebih modern dan berkelanjutan," ujar Kholid, dikutip dari laman resmi UB, Kamis (11/6/2026).

Kelima program studi baru yang dibuka Fakultas Vokasi UB meliputi:

* D4 Pemasaran Digital
* D4 Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak
* D4 Perbankan dan Keuangan Digital
* D4 Penilaian Properti dan Bisnis
* D4 Bisnis Jasa Makanan

Wakil Dekan Fakultas Vokasi UB, Dr. A. Faidlal Rahman, menjelaskan bahwa kurikulum pada lima prodi tersebut disusun bersama praktisi dan asosiasi industri agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

Ia menegaskan mahasiswa tidak hanya akan memperoleh ijazah setelah lulus, tetapi juga berkesempatan mendapatkan sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional maupun internasional.

"Melalui prodi baru ini mahasiswa akan menghabiskan lebih banyak waktu di laboratorium industri dan magang berbasis proyek nyata (project-based learning), sehingga mampu memenuhi kebutuhan industri saat ini," kata Faidlal.

Konsep pembelajaran berbasis praktik menjadi salah satu keunggulan utama pendidikan vokasi. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman langsung menghadapi tantangan dunia kerja sejak masih berada di bangku kuliah.

Selain menyiapkan kurikulum yang relevan, Fakultas Vokasi UB juga melengkapi berbagai fasilitas penunjang pembelajaran. Mulai dari ruang kelas modern untuk penguatan teori hingga ruang praktik yang dirancang menyerupai lingkungan kerja profesional.

Pihak fakultas menilai fasilitas tersebut penting untuk mengasah keterampilan teknis mahasiswa secara optimal sejak awal masa studi.

"Kehadiran ruang praktik ini memastikan mahasiswa dapat mengasah keahlian teknis atau hands-on skills mereka sejak dini secara optimal," demikian keterangan Fakultas Vokasi UB.

Pembukaan lima prodi baru ini sekaligus memperkuat posisi Universitas Brawijaya sebagai salah satu perguruan tinggi yang fokus menyiapkan lulusan siap kerja, terutama di sektor-sektor yang diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional pada masa mendatang.

Bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan vokasi dengan orientasi kuat ke dunia industri, lima program studi baru tersebut kini sudah dapat dipilih melalui jalur penerimaan mandiri Universitas Brawijaya tahun 2026.

(Sumber: ub.ac.id)