Visa Ditolak Kanada, Nasib Thomas Partey di Piala Dunia 2026 Terancam, Ghana Tempuh Jalur Diplomatik

Gelandang senior timnas Ghana, Thomas Partey. (Foto: Ghana Football Association)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID; JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari Timnas Ghana menjelang bergulirnya laga perdana mereka di Piala Dunia 2026. Gelandang senior Thomas Partey dipastikan belum bisa bergabung dengan tim di Kanada setelah permohonan visanya ditolak oleh otoritas setempat.

Keputusan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Menteri Olahraga dan Rekreasi Ghana, Kofi Iddie Adams, yang mengaku kecewa atas langkah yang diambil pemerintah Kanada terhadap salah satu pemain andalan The Black Stars itu.

Menurut Adams, penolakan visa berkaitan dengan kasus dugaan pemerkosaan dan pelecehan seksual yang saat ini masih dalam proses hukum di Inggris. Meski demikian, pemerintah Ghana menilai keputusan tersebut terlalu dini karena Partey hingga kini belum dinyatakan bersalah oleh pengadilan.

"Kami menilai keputusan ini tidak adil. Seseorang seharusnya tetap dianggap tidak bersalah sampai ada putusan hukum yang berkekuatan tetap," ujar Adams dalam keterangannya.

Kasus ini langsung menjadi perhatian pemerintah Ghana. Adams mengungkapkan bahwa Kementerian Luar Negeri Ghana telah turun tangan dan tengah melakukan komunikasi diplomatik dengan pihak Kanada guna mencari solusi agar Partey dapat bergabung dengan skuad nasionalnya selama turnamen berlangsung.

Menurutnya, jika keputusan tersebut tidak ditinjau ulang, hal itu berpotensi menjadi preseden yang kurang baik bagi atlet profesional yang tengah menghadapi proses hukum namun belum terbukti bersalah.

Absen pada Laga Perdana Ghana

Thomas Partey yang kini memperkuat klub Spanyol Villarreal sejatinya masuk dalam daftar 26 pemain yang dibawa Ghana ke putaran final Piala Dunia 2026. Namun akibat penolakan visa tersebut, pemain berusia 33 tahun itu dipastikan absen dalam pertandingan pembuka Grup L melawan Panama yang dijadwalkan berlangsung di Toronto pada 17 Juni 2026.

Kehilangan Partey tentu menjadi pukulan bagi Ghana. Pengalamannya di level internasional selama bertahun-tahun membuatnya menjadi salah satu figur penting di lini tengah tim nasional.

Absennya mantan pemain Arsenal itu juga memaksa pelatih Ghana untuk menyiapkan alternatif lain guna menjaga keseimbangan permainan di sektor tengah menghadapi persaingan ketat Grup L.

FIFA: Keputusan Sepenuhnya Wewenang Kanada

Di tengah polemik yang berkembang, FIFA menegaskan bahwa organisasi sepak bola dunia tersebut tidak memiliki kewenangan dalam proses pemberian visa oleh negara tuan rumah.

Dalam pernyataan resminya, FIFA menyebut Thomas Partey tidak dapat melakukan perjalanan dari pemusatan latihan Ghana di Boston, Amerika Serikat, menuju Kanada karena permohonan visanya ditolak oleh pemerintah Kanada.

"FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara-negara tuan rumah, termasuk dalam keputusan pemberian visa. Seperti pada turnamen FIFA sebelumnya, keputusan akhir terkait izin masuk tetap berada di tangan pemerintah negara penyelenggara," tulis FIFA.

Kasus ini menjadi salah satu isu nonteknis pertama yang menyita perhatian publik pada Piala Dunia 2026. Selain berdampak pada kekuatan Ghana di lapangan, persoalan tersebut juga memunculkan perdebatan mengenai batas antara kebijakan imigrasi suatu negara dan prinsip praduga tak bersalah dalam proses hukum.

Kini, Ghana berharap upaya diplomatik yang dilakukan dapat membuahkan hasil sehingga Partey masih memiliki peluang bergabung dengan timnya pada pertandingan-pertandingan berikutnya di Piala Dunia 2026.

(Sumber: FIFA)