Editor: Devona R
Sejumlah orang lewat di depan logo Volkswagen. (Foto: Reuters/Aly Song)
GEBRAK.ID. MOSKOW – Raksasa otomotif asal Jerman, Volkswagen, bersiap melakukan langkah efisiensi besar-besaran dengan memangkas sekitar 50.000 karyawan hingga 2030. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan daya saing di tengah tekanan industri otomotif global yang semakin ketat.
Rencana tersebut diumumkan langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Volkswagen, Oliver Blume, dalam rapat umum pemegang saham tahunan perusahaan. Informasi itu kemudian dikutip oleh kantor berita Jerman, DPA, pada Kamis (19/6/2026).
Dalam paparannya, Blume mengungkapkan bahwa merek inti Volkswagen akan menjadi yang paling terdampak. Sebanyak 35.000 posisi kerja dijadwalkan dihapus secara bertahap hingga akhir dekade ini.
Tak hanya melakukan pengurangan tenaga kerja, Volkswagen juga akan memangkas kapasitas produksi di sejumlah pabriknya di Eropa. Perusahaan menargetkan pengurangan produksi sekitar 500.000 unit mobil per tahun hingga 2030.
Langkah tersebut merupakan kelanjutan dari program restrukturisasi yang sebelumnya telah disepakati. Sebelumnya, Volkswagen juga telah merencanakan pemangkasan kapasitas produksi hingga satu juta kendaraan per tahun yang ditargetkan rampung pada 2028.
Kebijakan efisiensi ini mencerminkan besarnya tantangan yang tengah dihadapi industri otomotif Eropa. Persaingan yang semakin ketat, tingginya biaya produksi, serta percepatan transisi menuju kendaraan listrik membuat sejumlah produsen mobil harus melakukan penyesuaian strategi bisnis agar tetap kompetitif.
Sementara itu, laporan Majalah Manager Magazin pada awal Juni turut menambah sorotan terhadap kondisi internal perusahaan. Mengutip sumber di lingkungan Volkswagen, media tersebut menyebut enam dari sembilan anggota dewan direksi bahkan dikabarkan memiliki kekhawatiran bahwa perusahaan dapat menghadapi risiko penutupan apabila situasi bisnis terus memburuk.
Meski demikian, hingga kini Volkswagen belum mengumumkan adanya rencana penghentian operasional perusahaan. Fokus utama manajemen masih diarahkan pada program efisiensi, restrukturisasi, dan penyesuaian kapasitas produksi sebagai upaya menjaga keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang.
(Sumber: Sputnik/RIA Novosti)