Editor: Devona R
YouTube terus memperkuat persaingannya di pasar video pendek dengan menghadirkan sejumlah pembaruan pada layanan Shorts. (Foto ilustrasi: Pixabay)
GEBRAK.ID, JAKARTA – YouTube terus memperkuat persaingannya di pasar video pendek dengan menghadirkan sejumlah pembaruan pada layanan Shorts. Salah satu fitur yang paling menarik perhatian adalah hadirnya opsi "2x speed" yang memungkinkan pengguna menonton video dengan kecepatan dua kali lipat.
Fitur terbaru ini dirancang untuk memberikan pengalaman menonton yang lebih efisien. Pengguna kini dapat menyelesaikan video dalam waktu lebih singkat atau langsung menuju bagian favorit tanpa harus menunggu durasi normal.
Berdasarkan laporan TechCrunch, Jumat (26/6/2026), YouTube menyebut pembaruan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan pengalaman Shorts yang lebih nyaman dan intuitif bagi pengguna.
Dengan kecepatan pemutaran 2x, pengguna yang gemar mengonsumsi konten edukasi, berita singkat, hingga video hiburan dapat menyerap informasi lebih cepat. Fitur ini juga dinilai akan membantu pengguna yang ingin menghemat waktu saat menjelajahi banyak konten dalam satu sesi.
Tak hanya menghadirkan fitur percepatan video, YouTube juga melakukan sejumlah perubahan pada tampilan dan sistem interaksi di Shorts.
Salah satunya adalah menghapus tombol "tidak suka" atau dislike yang selama ini tersedia di antarmuka Shorts. Sebagai gantinya, pengguna kini diarahkan menggunakan pilihan "Not Interested" atau "Don't Recommend This Channel" apabila ingin mengurangi kemunculan konten atau kanal tertentu pada beranda mereka.
Perubahan ini bertujuan agar algoritma YouTube lebih memahami preferensi pengguna tanpa harus bergantung pada tombol dislike.
Selain itu, YouTube juga mulai mendorong penggunaan emoji hati sebagai bentuk apresiasi terhadap sebuah video. Ikon tersebut menjadi salah satu cara baru untuk menunjukkan bahwa pengguna menyukai konten yang ditonton.
Pembaruan lain yang tak kalah menarik adalah hadirnya "Clean Screen Mode". Fitur ini memungkinkan seluruh ikon, tombol, dan teks yang biasanya muncul di layar disembunyikan sementara.
Dengan mode tersebut, pengguna dapat menikmati video secara penuh tanpa gangguan berbagai elemen antarmuka yang mengambang di layar. Fitur ini diperkirakan akan memberikan pengalaman menonton yang lebih nyaman, terutama saat menikmati video dengan visual yang menarik.
Menurut YouTube, seluruh perubahan tersebut dilakukan untuk menciptakan pengalaman Shorts yang lebih sederhana, bersih, dan mudah digunakan oleh semua kalangan.
Meski demikian, perusahaan belum mengungkapkan jadwal pasti peluncuran fitur-fitur baru tersebut secara global. YouTube hanya memastikan seluruh pembaruan akan tersedia secara bertahap bagi pengguna di berbagai wilayah.
Sebagai informasi, YouTube Shorts memang tergolong pendatang baru di segmen video pendek dibandingkan TikTok maupun Instagram Reels. Meski datang belakangan, pertumbuhan platform ini berlangsung sangat pesat.
Pada Juni 2025, CEO YouTube Neal Mohan mengungkapkan bahwa Shorts telah mencatat rata-rata 200 miliar penayangan setiap hari di seluruh dunia. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat pengguna terhadap format video berdurasi singkat.
Tak hanya populer di perangkat seluler, konsumsi Shorts juga terus meningkat melalui layar televisi. Laporan pada awal 2026 menyebutkan konten Shorts telah ditonton hingga 2 miliar jam setiap bulan melalui TV, memperlihatkan perubahan kebiasaan pengguna dalam menikmati video pendek di berbagai perangkat.
Dengan hadirnya fitur 2x speed serta sejumlah pembaruan antarmuka, YouTube tampaknya semakin serius memperkuat posisi Shorts sebagai salah satu platform video pendek yang mampu bersaing dengan para kompetitornya.
(Sumber: TechCrunch)