Editor: Devona R
Batuk-batuk tak kunjung sembuh. (Foto ilustrasi: Pixabay)
GEBRAK.ID, JAKARTA – Banyak orang baru mengetahui dirinya mengidap kanker ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut. Padahal, sejumlah jenis kanker sebenarnya telah memberikan sinyal sejak awal. Sayangnya, gejala tersebut kerap dianggap sebagai keluhan kesehatan ringan sehingga pemeriksaan medis sering kali ditunda.
Dokter spesialis onkologi medis di Max Super Speciality Hospital Patparganj, India, Dr. Sameer Khatri, mengingatkan bahwa kanker tidak selalu diawali dengan benjolan atau rasa nyeri yang hebat. Pada banyak kasus, penyakit ini berkembang secara perlahan dengan gejala yang menyerupai gangguan kesehatan sehari-hari.
"Sebagian besar gejala memang lebih sering disebabkan kondisi yang tidak berbahaya dibandingkan kanker. Namun, gejala yang menetap, semakin memburuk, atau terus berulang tidak boleh diabaikan," ujar Khatri, seperti dikutip dari Hindustan Times, Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, mengenali tanda-tanda awal kanker dan segera berkonsultasi ke dokter merupakan langkah penting karena deteksi dini terbukti meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.
Berikut beberapa gejala yang perlu diwaspadai.
Batuk tak Kunjung Sembuh
Batuk biasanya muncul akibat infeksi virus, alergi, atau paparan polusi udara. Namun, jika batuk berlangsung lebih dari tiga minggu, terutama disertai darah, suara serak, atau sesak napas, kondisi tersebut dapat menjadi tanda kanker paru-paru maupun kanker laring, khususnya pada perokok.
Gangguan Lambung yang Terus Berulang
Keluhan asam lambung atau gangguan pencernaan memang umum dialami banyak orang. Akan tetapi, apabila rasa tidak nyaman di lambung berlangsung terus-menerus, tidak membaik setelah minum obat, atau muncul sensasi makanan tersangkut saat menelan, kondisi tersebut perlu diperiksa lebih lanjut.
"Rasa asam lambung sesekali memang normal. Namun, gangguan pencernaan yang menetap atau sensasi makanan tersangkut saat menelan bisa menjadi tanda awal kanker lambung atau kanker kerongkongan," kata Khatri.
Dalam kondisi seperti itu, dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan lanjutan, seperti endoskopi, untuk memastikan penyebab keluhan.
Berat Badan Turun tanpa Sebab
Penurunan berat badan sering dianggap sebagai hal positif. Namun, bila berat badan turun sekitar 5 hingga 10 persen dalam beberapa bulan tanpa menjalani diet atau meningkatkan aktivitas fisik, kondisi tersebut patut diwaspadai.
Menurut Khatri, gejala ini dapat berkaitan dengan berbagai jenis kanker, termasuk kanker darah, kanker paru-paru, kanker pankreas, hingga kanker lambung.
Perubahan Pola Buang Air Besar
Perubahan kebiasaan buang air besar yang berlangsung lama juga tidak boleh diabaikan. Diare berkepanjangan, sembelit, perut sering kembung, muncul darah pada tinja, rasa buang air besar yang tidak tuntas, hingga anemia tanpa penyebab jelas bisa menjadi tanda awal kanker kolorektal.
Semakin cepat gejala tersebut diperiksa, semakin besar peluang penyakit terdeteksi pada stadium awal.
Mudah Lelah Meski Sudah Istirahat
Kelelahan akibat pekerjaan atau kurang tidur memang lazim terjadi. Namun, rasa lelah yang muncul setiap hari, tidak membaik meski sudah cukup beristirahat, bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari, perlu mendapat perhatian.
Apalagi jika kondisi tersebut disertai anemia, infeksi berulang, atau penurunan berat badan tanpa sebab. Menurut Khatri, gejala tersebut dapat menjadi indikasi limfoma, leukemia, maupun kanker kolorektal.
Sariawan atau Luka di Mulut tak Kunjung Sembuh
Sariawan umumnya sembuh dalam waktu satu hingga dua minggu. Namun, bila luka, bercak putih, atau bercak merah di rongga mulut bertahan lebih dari dua minggu, terutama pada pengguna rokok atau produk tembakau lainnya, pemeriksaan medis sangat dianjurkan.
"Kanker mulut cukup sering ditemukan di India, dan deteksi dini dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan secara signifikan," ujarnya.
Luka pada Kulit Sulit Sembuh
Selain di rongga mulut, luka pada kulit yang tidak kunjung sembuh juga perlu diwaspadai. Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan berbagai gangguan kesehatan, termasuk beberapa jenis kanker kulit.
Karena itu, pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan agar penyebabnya dapat diketahui secara pasti.
Deteksi Dini Jadi Kunci
Khatri menegaskan bahwa tidak semua gejala di atas berarti seseorang pasti mengidap kanker. Sebagian besar keluhan tersebut memang lebih sering disebabkan oleh penyakit yang tidak berbahaya.
Meski begitu, gejala yang berlangsung lama, terus berulang, atau semakin memburuk sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan sejak dini memungkinkan dokter menemukan penyakit sebelum berkembang ke stadium lanjut, sehingga peluang kesembuhan menjadi jauh lebih besar.
"Semakin cepat gejala dikenali dan diperiksa, semakin besar peluang penanganan dilakukan sebelum penyakit berkembang lebih lanjut," tegas Khatri.
(Sumber: Hindustan Times)