![]() |
| Agrinas Palma menggelontorkan Rp300 miliar untuk mengaktifkan kembali pabrik biodiesel di Riau guna memperkuat pasokan program B50. ( Foto: ist) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,JAKARTA – PT Agrinas Palma Nusantara menyiapkan investasi sekitar Rp300 miliar untuk mengaktifkan kembali fasilitas produksi biodiesel di Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Langkah ini dilakukan guna memperkuat pasokan biodiesel nasional seiring implementasi mandatori B50 yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026.
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Abdul Ghani, mengatakan pabrik biodiesel tersebut memiliki kapasitas produksi mencapai 600 ribu ton per tahun. Karena merupakan proyek reaktivasi fasilitas yang telah ada, perusahaan menargetkan operasional pabrik dapat dimulai paling lambat pada akhir 2027.
"Fasilitas produksi biodiesel di Rengat akan direaktivasi. Kapasitasnya 600 ribu ton dan diharapkan sudah bisa berproduksi pada akhir tahun depan sehingga dapat mendukung kebutuhan program B50," ujar Abdul Ghani dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, studi kelayakan (feasibility study/FS) proyek tersebut telah rampung sehingga perusahaan siap memasuki tahapan berikutnya. Nilai investasi yang dibutuhkan diperkirakan sekitar Rp300 miliar.
Dukung Implementasi Program B50
Reaktivasi pabrik menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai pasok biodiesel nasional setelah pemerintah resmi meningkatkan mandatori campuran biodiesel dari B40 menjadi B50. Kebijakan tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap impor solar berbasis fosil sekaligus meningkatkan pemanfaatan minyak sawit dalam negeri.
Melalui skema B50, kandungan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbasis minyak sawit mencapai 50 persen, sedangkan sisanya merupakan solar. Pemerintah menilai kebijakan ini mampu meningkatkan nilai tambah komoditas sawit, memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus menghemat devisa negara dari pengurangan impor bahan bakar minyak.
Perkuat Hilirisasi Sawit
Selain mendukung kebutuhan energi, proyek reaktivasi tersebut juga menjadi bagian dari strategi Agrinas Palma dalam memperkuat hilirisasi industri sawit nasional. Dengan tambahan kapasitas produksi biodiesel, perusahaan diharapkan dapat menyerap lebih banyak bahan baku minyak sawit dari dalam negeri.
Langkah ini dinilai sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang terus mendorong peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan melalui pengembangan industri pengolahan di dalam negeri.
Jika proyek berjalan sesuai jadwal, pabrik biodiesel Rengat akan menjadi salah satu fasilitas penting dalam menjaga ketersediaan pasokan biodiesel nasional di tengah meningkatnya kebutuhan akibat implementasi program B50.
( berbagai sumber)
