Editor: Saeful Imam
Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan dua pelaku pencurian
sepeda motor di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (18/7/2026).
(Foto: Istimewa/Dok.Pribadi).
GEBRAK.ID, JAKARTA -- Aksi pencurian sepeda motor di kawasan Matraman, Jakarta Timur, berujung dramatis, Sabtu (18/7/2026). Seorang pengemudi ojek menjadi korban penembakan setelah berusaha menghalangi pelarian dua terduga pelaku curanmor yang dikejar warga.
Peristiwa itu terjadi di kawasan Jalan Palmeriam, Matraman. Saat kejadian, korban diketahui sedang menunggu penumpang yang tengah membeli obat ketika suasana di sekitar lokasi mendadak ricuh.
Salah seorang saksi mata, Evi (57 tahun), mengatakan keributan bermula ketika terdengar teriakan "maling" dari arah Pasar Palmeriam. Tak lama kemudian, sekitar belasan warga mengejar dua pria yang diduga baru saja mencuri sepeda motor.
"Korban mencoba menghalangi motor pelaku. Begitu dihalangi, langsung terdengar suara tembakan. Saya langsung teriak, 'Ditembak, ditembak'," kata Evi, Senin (20/7/2026).
Korban mengalami luka tembak di bagian paha dan sempat tergeletak di lokasi dengan kondisi mengeluarkan banyak darah.
"Tadinya tidak jatuh. Setelah saya teriak, 'berdarah itu, darah, darah,' baru dia roboh. Langsung dibawa ke puskesmas, tapi tidak diterima, lalu dirujuk ke rumah sakit," ujar Evi.
Menurut Evi, kedua pelaku mengenakan masker saat beraksi dan langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah Jalan Matraman Raya usai melepaskan tembakan.
"Pelakunya dua orang, pakai masker. Banyak yang melihat, tapi tidak ada yang berani mendekat setelah mendengar suara tembakan. Saya sendiri langsung lari karena takut," kata Evi.
Sementara itu, pemilik sepeda motor yang menjadi sasaran pencurian, Ilham (28), menjelaskan bahwa motornya, jenis RX-King, dicoba dicuri dari area indekos yang berada tidak jauh dari lokasi penembakan.
Saat kejadian, Ilham sedang memasak di dalam kamar. Ia sempat mengira suara di luar berasal dari kurir yang datang mengantarkan paket.
"Selang sekitar lima sampai sepuluh menit saya cek keluar, lalu saya gedor pintu. Tidak lama kemudian terdengar suara seperti tembakan yang juga terekam CCTV," ujar Ilham.
Aksi pencurian tersebut akhirnya gagal setelah diketahui pemilik kendaraan. Kedua pelaku memilih melarikan diri, sementara Ilham berteriak meminta bantuan warga untuk mengejar mereka.
"Saya sempat mengejar, tapi saat pelaku mengeluarkan senjata saya langsung berlindung di balik pilar. Setelah itu saya terus teriak minta tolong," katanya.
Ilham mengaku tidak dapat mengenali wajah para pelaku karena keduanya mengenakan helm, masker, jaket, serta membawa tas yang menutupi identitas mereka.
Usai kejadian, aparat kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan rekaman kamera pengawas (CCTV), serta meminta keterangan dari sejumlah saksi guna memburu kedua pelaku.
(Sumber: Antara)