Andy Burnham Resmi Jadi Perdana Menteri Inggris, Gantikan Keir Starmer di Tengah Krisis Politik

Inggris resmi memiliki perdana menteri baru. Ketua Partai Buruh, Andy Burnham, resmi dilantik sebagai Perdana Menteri (PM) Inggris pada Senin (20/7/2026), menggantikan Keir Starmer yang mengundurkan diri setelah menghadapi tekanan politik dan merosotnya dukungan terhadap pemerintah. (Foto: gov.uk/BPY)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA -- Inggris resmi memiliki perdana menteri baru. Ketua Partai Buruh, Andy Burnham, resmi dilantik sebagai Perdana Menteri (PM) Inggris pada Senin (20/7/2026), menggantikan Keir Starmer yang mengundurkan diri setelah menghadapi tekanan politik dan merosotnya dukungan terhadap pemerintah.

Dengan pelantikan tersebut, Burnham menjadi perdana menteri ketujuh yang memimpin Inggris dalam kurun waktu satu dekade. Ia kini mengemban tugas berat untuk memulihkan stabilitas politik sekaligus mengembalikan kepercayaan publik terhadap Partai Buruh.

Selain persoalan politik domestik, Burnham juga dihadapkan pada tantangan menjaga posisi Inggris di panggung internasional, termasuk mempertahankan komitmen negara itu terhadap NATO serta dukungan bagi Ukraina di tengah konflik dengan Rusia yang telah memasuki tahun kelima.

Dalam agenda pemerintahannya, politikus berusia 56 tahun itu berjanji membenahi berbagai layanan publik yang dinilai mengalami penurunan kualitas. Salah satu fokus utamanya adalah perbaikan sistem penyediaan air, sekaligus mendorong desentralisasi kewenangan agar pemerintah daerah memiliki peran yang lebih besar dalam pengambilan kebijakan.

Burnham menggantikan Keir Starmer yang memimpin Inggris sejak kemenangan telak Partai Buruh pada pemilihan umum 2024. Kemenangan tersebut mengakhiri 14 tahun pemerintahan Partai Konservatif.

Namun, perjalanan Starmer di kursi perdana menteri tidak berlangsung lama. Pada Juni 2026, ia memutuskan mundur setelah Partai Buruh mengalami kekalahan besar dalam pemilihan daerah pada Mei serta menghadapi tekanan akibat krisis biaya hidup yang masih membayangi masyarakat Inggris.

Nama Burnham kemudian mencuat sebagai figur utama untuk memimpin Partai Buruh setelah berhasil mengalahkan partai populis sayap kanan Reform UK dalam pemilihan yang berlangsung pada Juni 2026.

Posisinya semakin kokoh setelah menjadi kandidat tunggal dalam pemilihan ketua Partai Buruh. Berdasarkan hasil pemungutan suara internal yang diumumkan pada Jumat lalu, Burnham memperoleh dukungan lebih dari 90 persen anggota Partai Buruh di parlemen.

Dukungan besar tersebut menjadi modal penting bagi Burnham untuk memulai pemerintahannya. Meski demikian, tantangan yang menantinya tidak ringan, mulai dari pemulihan ekonomi, peningkatan kualitas layanan publik, hingga menjaga stabilitas politik di tengah menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

(Sumber: Kyodo-OANA)