GEBRAK.ID, JAKARTA -- Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) resmi menunjuk atlet legendaris Aries Susanti Rahayu sebagai manajer Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia. Sosok yang dijuluki Spider Woman itu kini mengemban tanggung jawab baru menggantikan Wahyu Pristiawan Buntoro dalam persiapan menuju Asian Games 2026.
Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 0711.1/SKP/PP.NAS/VII/2026 tentang Pelatnas Asian Games 2026 yang ditandatangani Ketua Umum PP FPTI Yenny Wahid pada 11 Juli 2026.
Dengan jabatan barunya, Aries mengaku siap langsung bekerja mendampingi para atlet yang tengah menjalani pemusatan latihan nasional usai jeda World Climbing Series.
"Asian Games 2026 tinggal menghitung hari. Jadi, tidak ada waktu selain berlatih keras apalagi dalam kondisi yang serba terbatas," ujar Aries, Senin (27/7/2026).
PP FPTI menilai Aries merupakan figur yang tepat untuk memimpin manajemen tim nasional. Selain memiliki pengalaman panjang sebagai atlet elite, ia juga dikenal sebagai salah satu ikon panjat tebing Indonesia di level dunia.
Nama Aries Susanti mulai mendunia setelah mencatatkan rekor dunia nomor speed putri dengan waktu 6,995 detik pada 2019. Prestasi tersebut melengkapi kiprahnya yang sukses mempersembahkan dua medali emas bagi Indonesia pada Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.
Pengalaman bertanding di level internasional diharapkan menjadi modal penting dalam membangun mental juara sekaligus meningkatkan performa para atlet yang akan berlaga di Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Seiring pergantian manajer, sebanyak 14 atlet dipanggil ke Sekretariat PP FPTI di Jakarta Selatan untuk mengikuti proses wawancara sekaligus serah terima ke manajemen pelatnas.
Penasehat PP FPTI, Bayu Tresna, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar wawancara, melainkan forum diskusi untuk memperkuat hubungan antara atlet, federasi, dan manajemen pelatnas.
"Itu lebih dari sekadar wawancara sebenarnya karena yang kami lakukan adalah diskusi mengenai hubungan tiga entitas yakni antara atlet, PP FPTI, dan manajemen pelatnas," kata Bayu.
Dari 14 atlet yang mengikuti proses tersebut, sembilan di antaranya telah memastikan tiket tampil di Asian Games 2026. Sementara lima atlet lainnya dipersiapkan sebagai sparing partner guna meningkatkan kualitas latihan tim nasional.
Usai rangkaian wawancara selesai, seluruh atlet langsung bergabung ke pusat pelatihan nasional di Kota Bekasi, Jawa Barat, untuk menjalani program latihan intensif.
Sementara itu, Wahyu Pristiawan Buntoro yang sebelumnya menjabat sebagai manajer tim nasional kini kembali mengemban tugas sebagai Sekretaris Umum PP FPTI sesuai struktur organisasi federasi.
Dengan kepemimpinan baru di jajaran manajemen, PP FPTI berharap persiapan tim nasional semakin optimal sehingga Indonesia mampu mempertahankan tradisi prestasi di cabang olahraga panjat tebing pada Asian Games 2026.
(Sumber: FPTI)
