GEBRAK.ID – Kabar membanggakan kembali datang dari dunia tenis Indonesia. Salah satu petenis putri terbaik Indonesia, Aldila Sutjiadi, sukses mengamankan tiket ke babak kedua nomor ganda campuran Wimbledon 2026 setelah tampil impresif bersama pasangan asal Argentina, Guido Andreozzi.
Bermain di Court 11 All England Club, London, Inggris, Jumat (3/7/2026), Aldila dan Andreozzi menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan sebelum menundukkan pasangan Prancis, Manuel Guinard/Kristina Mladenovic, dalam pertandingan tiga set yang berlangsung selama dua jam.
Sempat kehilangan set pertama, duet Indonesia-Argentina itu akhirnya menang dengan skor 4-6, 6-4, 6-4 dan memastikan langkah ke putaran berikutnya di turnamen Grand Slam paling bergengsi di lapangan rumput tersebut.
Laga tidak berjalan mudah bagi Aldila dan Andreozzi. Pada set pembuka, mereka beberapa kali kehilangan momentum akibat gagal mempertahankan servis sendiri. Situasi itu dimanfaatkan Guinard dan Mladenovic untuk merebut set pertama dengan skor 6-4.
Namun, Aldila dan Andreozzi tidak kehilangan kepercayaan diri. Memasuki set kedua, keduanya mulai menemukan ritme permainan terbaik. Permainan yang lebih disiplin dan minim kesalahan membuat mereka mampu merebut satu break krusial yang menjadi pembeda hingga menutup set dengan kemenangan 6-4.
Keberhasilan menyamakan kedudukan menjadi titik balik pertandingan. Pada set penentuan, Aldila dan Andreozzi langsung menekan sejak awal dan berhasil mencuri break untuk unggul 2-1.
Keunggulan tersebut terus dipertahankan hingga akhir pertandingan. Berkat servis yang lebih stabil dan koordinasi yang semakin solid di depan net, mereka mampu mengunci kemenangan 6-4 sekaligus memastikan tiket ke babak kedua.
Data statistik resmi Wimbledon memperlihatkan bahwa kemenangan Aldila dan Andreozzi tidak hanya ditentukan oleh agresivitas, tetapi juga efisiensi dalam bermain.
Pasangan ini membukukan tiga ace dan hanya melakukan empat double fault. Sebaliknya, Guinard dan Mladenovic memang mencatatkan empat ace, tetapi harus membayar mahal dengan delapan kesalahan ganda yang memberikan keuntungan bagi lawan.
Efektivitas juga menjadi senjata utama Aldila dan Andreozzi. Dari delapan peluang break point yang diperoleh, mereka berhasil mengonversi tiga menjadi poin penting. Sementara pasangan Prancis hanya mampu memanfaatkan dua dari enam kesempatan break point.
Menariknya, meski hanya menghasilkan empat winner dibandingkan 13 milik Guinard dan Mladenovic, Aldila dan Andreozzi justru tampil jauh lebih konsisten. Mereka hanya melakukan enam unforced error, sedangkan lawannya melakukan hingga 16 kesalahan sendiri.
Kedisiplinan dalam menjaga reli dan meminimalkan kesalahan itulah yang akhirnya menjadi kunci kemenangan. Secara keseluruhan, Aldila dan Andreozzi mengumpulkan 102 poin sepanjang pertandingan, unggul tipis atas 97 poin yang diraih pasangan Prancis.
Keberhasilan ini sekaligus memperpanjang kiprah positif Aldila Sutjiadi di level Grand Slam. Petenis Indonesia berusia 31 tahun tersebut memang dikenal sebagai salah satu spesialis nomor ganda dan telah beberapa kali mencatatkan prestasi membanggakan di berbagai turnamen elite dunia.
Tantangan berikutnya dipastikan tidak akan mudah. Di babak kedua, Aldila dan Andreozzi akan menghadapi unggulan kedelapan, Anna Danilina dari Kazakhstan yang berpasangan dengan James Tracy asal Amerika Serikat.
Danilina dan Tracy melaju setelah mengalahkan pasangan tuan rumah Inggris, Emily Appleton/Luke Johnson, dalam dua set langsung dengan skor 7-5, 6-4.
Duel tersebut diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua pasangan sama-sama memiliki kualitas permainan yang solid di nomor ganda campuran. Jika mampu mempertahankan konsistensi dan disiplin seperti pada laga pembuka, peluang Aldila dan Andreozzi untuk melangkah lebih jauh di Wimbledon 2026 tetap terbuka.
(Sumber: WTA)
