![]() |
| BKN uji coba program ASN kerja dekat domisili untuk hemat biaya transportasi. Program ini jadi solusi di tengah keterbatasan kenaikan gaji.( Foto: freepik) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,JAKARTA – Badan Kepegawaian Negara (BKN) resmi meluncurkan uji coba program inovatif yang memungkinkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bekerja lebih dekat dengan domisili mereka. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap keresahan para pegawai akan biaya hidup sekaligus menjadi solusi cerdas di tengah keterbatasan pemerintah untuk menaikkan pendapatan ASN.
Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, menyatakan bahwa program yang mengutamakan domisili dan keluarga ini bertujuan untuk menghemat biaya transportasi, menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman, serta tetap menjaga produktivitas pelayanan publik . "Ketika saya belum bisa meningkatkan pendapatan, akan sangat bijaksana kalau semua pimpinan bisa mengurangi tingkat pengeluaran. Nah, oleh karena itu, program ini mulai kita eksekusi," ujar Zudan dalam unggahan di akun Instagram resmi BKN, Rabu (22/7/2026).
Fokus pada Penghematan dan Keluarga
Zudan menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mendekatkan ASN dengan keluarga mereka. Dengan bekerja di dekat domisili, diharapkan para pegawai dapat menghemat berbagai pengeluaran harian. "Kalau suami istri berkumpul, bisa hemat tiket pesawat, bisa hemat pengeluaran dapur, listrik, air, dan ini saya pahami," tuturnya. Ia menilai kebijakan ini sebagai langkah maju menuju birokrasi yang lebih fleksibel dan berorientasi pada kesejahteraan pegawai, terutama bagi mereka yang memiliki tanggung jawab sebagai orang tua dan ingin memberikan perhatian penuh kepada anak-anaknya.
Uji Coba Tahap Awal di Internal BKN
Saat ini, program tersebut masih dalam tahap uji coba dan baru diterapkan di lingkungan BKN sebagai proyek percontohan. Zudan menegaskan bahwa kebijakan ini khusus untuk BKN terlebih dahulu. "Ini untuk BKN saja dulu, nanti mudah-mudahan bisa menginspirasi Kementerian, Lembaga, Provinsi, dan Kabupaten/Kota, sehingga bisa menjadi gerakan nasional," harapnya . Jika hasil uji coba terbukti efektif dalam mendorong kinerja dan efisiensi, program ini berpotensi diadopsi oleh instansi pemerintah lainnya.
Menjawab Keresahan dan Tantangan Distribusi ASN
Program ini menjadi salah satu solusi yang dihadirkan BKN setelah mencatat fenomena mundurnya ribuan Calon ASN (CASN) karena faktor lokasi penempatan yang jauh dari domisili. Sebelumnya, pada tahun 2025, tercatat 1.967 pelamar CPNS mengundurkan diri, di mana penempatan yang jauh menjadi salah satu alasan utama . Hal ini menunjukkan bahwa kedekatan dengan domisili menjadi faktor penting bagi para pegawai negeri.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya BKN dalam mendorong transformasi digital dan sistem kerja yang lebih modern. Sebelumnya, BKN telah menerapkan sistem Work From Anywhere (WFA) yang memungkinkan pegawai bekerja secara fleksibel dengan tetap menjaga kinerja melalui pemantauan digital.
Dengan diluncurkannya program ASN kerja dekat rumah ini, BKN berharap dapat menciptakan birokrasi yang lebih efisien dan manusiawi, di mana kesejahteraan pegawai dan produktivitas kerja dapat berjalan beriringan.
(berbagai sumber)
