Daftar 18 Maskapai Batalkan Penerbangan ke Timur Tengah, Konflik AS-Iran Memanas

 

Konflik AS-Iran memanas, 18 maskapai global batalkan penerbangan ke Timur Tengah. ( Foto: Cathay Pacific) 

Editor: Devona R

GEBRAK.ID,JAKARTA-- Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas seiring eskalasi serangan militer yang saling dilancarkan. Dampaknya, penerbangan internasional ke kawasan Timur Tengah mengalami gangguan besar. Sedikitnya 18 maskapai penerbangan global membatalkan atau menangguhkan sementara rute penerbangan mereka dari dan menuju Timur Tengah. 

Militer AS kembali meluncurkan gelombang serangan udara baru terhadap Iran pada Rabu (15/7/2026) pukul 06.00 waktu setempat. Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan rudal dan drone ke pangkalan-pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait. 

Ketegangan dipicu oleh perselisihan kontrol atas Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia. Iran diketahui memblokade Selat Hormuz dan berupaya memberlakukan retribusi bagi kapal-kapal yang melintas, sementara AS dan sekutunya menuntut kebebasan pelayaran sesuai kesepakatan awal yang kini batal. 

Berikut daftar maskapai yang membatalkan penerbangan ke Timur Tengah berdasarkan informasi dari situs resmi maskapai dan Reuters pada Kamis (16/7/2026) :

Daftar Maskapai Pembatalan Penerbangan

Japan Airlines (JAL)

Maskapai asal Jepang ini menangguhkan rute Tokyo (Haneda)-Doha (Qatar) nomor penerbangan JL059 mulai 28 Februari hingga 31 Agustus 2026. Rute sebaliknya Doha-Tokyo (Haneda) nomor JL050 ditangguhkan mulai Maret hingga 1 September 2026.

Singapore Airlines

Maskapai Singapura ini memperpanjang penangguhan rute Singapura-Dubai nomor SQ494 dan Dubai-Singapura SQ495 hingga 24 Oktober 2026. Rute Singapura-Jeddah (Arab Saudi) juga dibatalkan hingga 8 Agustus 2026.

Lufthansa Group

Lufthansa dan Swiss International Air Lines (SWISS) menangguhkan penerbangan ke Dubai hingga 13 September 2026. Sementara itu, Lufthansa, SWISS, Austrian Airlines, dan Brussels Airlines menangguhkan penerbangan ke Abu Dhabi, Amman, Beirut, Dammam, Riyadh, Erbil, Muscat, dan Teheran hingga 24 Oktober 2026.

Wizz Air

Maskapai berbiaya rendah asal Hungaria ini menangguhkan penerbangan menuju Dubai, Abu Dhabi, dan Amman dari sejumlah destinasi di Eropa hingga pertengahan September 2026.

ITA Airways

Maskapai Italia ini memperpanjang penangguhan penerbangan ke Riyadh hingga 31 Juli 2026 dan ke Dubai hingga 24 Oktober 2026 karena alasan operasional .

British Airways

Maskapai asal Inggris menunda kembali penerbangan ke Doha hingga 1 Agustus dan Riyadh hingga 8 Agustus 2026. Penerbangan ke Dubai, Tel Aviv, Bahrain, dan Amman dihentikan hingga akhir musim panas, dan dijadwalkan kembali 25 Oktober 2026.

Air Canada

Maskapai Kanada membatalkan penerbangan ke Tel Aviv dan Dubai hingga 24 Oktober 2026 .

Cathay Pacific

Maskapai Hong Kong menunda kembali penerbangan penumpang ke Dubai dan Riyadh hingga 25 dan 26 Oktober 2026, dari rencana semula 1 September. 

Finnair

Maskapai Finlandia membatalkan penerbangan ke Doha hingga 2 Oktober 2026, dan menghindari wilayah udara Irak, Iran, Suriah, dan Israel. 

Delta Air Lines

Maskapai AS menangguhkan rute Atlanta-Tel Aviv hingga 18 Desember 2026. 

Aegean Airlines

Maskapai Yunani membatalkan penerbangan ke Dubai hingga 31 Agustus, dan ke Erbil serta Baghdad hingga 30 September 2026. 

airBaltic

Maskapai Latvia membatalkan penerbangan ke Dubai hingga 24 Oktober 2026.

Air France-KLM

Air France menangguhkan penerbangan ke Beirut hingga 2 Agustus 2026. KLM menangguhkan penerbangan ke Riyadh, Dammam, dan Dubai hingga 15 Juli 2026 .

LOT Polish Airlines

Maskapai Polandia berencana mengoperasikan rute musim dingin ke Dubai mulai Oktober, dan melanjutkan operasi ke Beirut pada jadwal musim panas 2027.

Norwegian Air

Maskapai berbiaya rendah ini menunda peluncuran layanan ke Tel Aviv dan Beirut tanpa batas waktu. 

Turkish Airlines

SunExpress, perusahaan patungan Turkish Airlines dengan Lufthansa, berencana melanjutkan rute Antalya-Dubai pada 15 Juli 2026.

Peringatan: Daftar ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan situasi. Calon penumpang disarankan menghubungi maskapai terkait untuk informasi terbaru sebelum melakukan perjalanan.

( berbagai sumber