Debut Tampil Bersama Andreozzi dan Langsung Bersinar, Aldila Sutjiadi Ungkap Kunci Lolos ke 16 Besar Wimbledon

Petenis Indonesia Aldila Sutjiadi (kanan) sukses melangkah ke babak 16 besar nomor ganda campuran Wimbledon 2026 bersama pasangan barunya asal Argentina, Guido Andreozzi. (Foto: SPOT TV)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID – Petenis Indonesia Aldila Sutjiadi sukses melangkah ke babak 16 besar nomor ganda campuran Wimbledon 2026 bersama pasangan barunya asal Argentina, Guido Andreozzi. Meski baru dipasangkan pada turnamen Grand Slam lapangan rumput tersebut, keduanya mampu menunjukkan chemistry yang cepat terbangun hingga membalikkan keadaan dan meraih kemenangan dramatis.

Bertanding di All England Club, London, Inggris, Jumat (3/7/2026), Aldila dan Andreozzi harus berjuang selama tiga set sebelum menaklukkan pasangan Prancis, Manuel Guinard/Kristina Mladenovic, dengan skor 4-6, 6-4, 6-4.

Kemenangan itu menjadi bukti bahwa adaptasi yang cepat dapat menjadi modal penting dalam persaingan di level tertinggi tenis dunia.

Aldila mengaku tidak mengenal Andreozzi sebelum turnamen Wimbledon dimulai. Bahkan, pertandingan tersebut menjadi kali pertama keduanya tampil bersama sebagai pasangan ganda campuran.

"Sebenarnya ini pertama kalinya aku bermain dengan dia, dan sebelumnya pun aku enggak tahu dia itu siapa, jadi memang baru kenal itu di Wimbledon ini. Tadi pun juga main pertama kali, aku baru lihat pertama kali dia main, sebelumnya belum pernah lihat permainannya," ujar Aldila, dikutip dari SPOT TV, Sabtu (4/7/2026).

Menurut petenis peringkat atas Indonesia itu, proses saling memahami gaya bermain menjadi tantangan utama pada awal pertandingan. Namun, komunikasi yang semakin baik membuat mereka mampu bangkit setelah kehilangan set pembuka.

"Jadi memang awal-awal itu masih adjustment, masih penyesuaian, dan untungnya penyesuaian kami cepat, dan chemistry-nya pun bisa berhasil di set kedua dan set ketiga," kata Aldila.

JANGAN TERLEWATKAN Bangkit Setelah Tertinggal, Aldila Sutjiadi Melaju ke Babak Kedua Ganda Campuran Wimbledon 

Aldila menjelaskan, salah satu perubahan yang paling terasa terjadi pada permainan saat mengembalikan servis lawan. Ia dan Andreozzi mulai bermain lebih berani namun tetap disiplin sehingga mampu memberikan tekanan kepada pasangan Prancis tersebut.

"Mungkin untuk di return servisnya kami lebih banyak masuk, lebih mencoba untuk bermain big target di return-nya, dan tidak melakukan banyak error di return service kami. Kami juga lebih fokus untuk mendapatkan set point servis, dan hasilnya kami bisa nge-break mereka di set kedua dan set ketiga," jelas Aldila.

Perbaikan strategi itu terbukti efektif. Setelah tertinggal satu set, Aldila dan Andreozzi mampu membalikkan keadaan sekaligus menjaga momentum hingga pertandingan berakhir.

Selain faktor teknis, Aldila juga menilai ketenangan mental menjadi salah satu kunci kemenangan. Mereka mampu tetap fokus meski berada di bawah tekanan dan memanfaatkan peluang-peluang penting pada momen krusial pertandingan.

Berdasarkan statistik pertandingan, pasangan Indonesia-Argentina itu membukukan tiga ace dan hanya melakukan empat double fault. Mereka juga tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang break point dengan mengonversi tiga dari delapan kesempatan yang didapat.

Meski hanya menghasilkan empat winner sepanjang laga, Aldila dan Andreozzi tampil sangat disiplin dengan hanya membuat enam unforced error. Catatan tersebut jauh lebih baik dibandingkan lawannya yang melakukan 16 kesalahan sendiri.

Penampilan solid ini menjadi modal berharga bagi Aldila untuk melanjutkan kiprahnya di Wimbledon. Sebagai salah satu turnamen Grand Slam paling bergengsi di dunia, Wimbledon dikenal memiliki karakter lapangan rumput yang menuntut adaptasi cepat, koordinasi antarpemain, serta konsistensi permainan.

Pada babak 16 besar, Aldila dan Andreozzi sudah ditunggu pasangan unggulan kedelapan, Anna Danilina dan James Tracy. Lawan mereka melangkah ke fase tersebut setelah menyingkirkan wakil tuan rumah dalam dua set langsung.

Pertandingan babak 16 besar dijadwalkan berlangsung pada Minggu (5/7/2026). Jika mampu mempertahankan performa impresif dan chemistry yang terus berkembang, Aldila berpeluang melangkah lebih jauh sekaligus mengharumkan nama Indonesia di ajang Grand Slam Wimbledon 2026.

(Sumber: SPOT TV)