
Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Giovanni Malago, akhirnya
mengakui bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Pep Guardiola
terkait peluang menangani Timnas Italia. (Foto: Xinhua)
Editor: Damar Pratama
GEBRAK.ID, JAKARTA -- Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Giovanni Malago, akhirnya mengakui bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Pep Guardiola terkait peluang menangani Timnas Italia. Meski pembicaraan sudah dimulai, federasi menegaskan belum ada kesepakatan yang tercapai dengan pelatih asal Spanyol tersebut.
Nama Guardiola memang menjadi salah satu kandidat terkuat untuk mengisi kursi pelatih Gli Azzurri setelah Gennaro Gattuso memutuskan mundur usai gagal membawa Italia lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
Dalam podcast Cronache di Spogliatoio yang dikutip ESPN, Rabu (22/7/2026), Malago mengatakan proses komunikasi dengan Guardiola merupakan langkah awal yang dianggap penting oleh federasi.
"Bukan berarti pembicaraan dengan Guardiola ini akan membuahkan hasil, tetapi saya percaya langkah yang tepat dan penting adalah membuka dialog serta menjaganya tetap berjalan," ujar Malago.
Saat ini Guardiola berstatus tanpa klub setelah mengakhiri kebersamaannya dengan Manchester City pada akhir musim lalu. Kondisi tersebut membuat peluang untuk memboyong salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola modern menjadi terbuka.
Sejumlah media Italia bahkan melaporkan Direktur Teknik FIGC Paolo Maldini bersama penasihat teknis Leonardo Araujo telah terbang ke Barcelona pada akhir pekan lalu untuk bertemu langsung dengan Guardiola guna membahas kemungkinan kerja sama.
Meski demikian, Guardiola sebelumnya sempat menyatakan ingin mengambil jeda dari dunia kepelatihan. Ia mengaku ingin menikmati waktu bersama keluarga setelah menjalani karier panjang dengan tekanan tinggi di level klub.
Di sisi lain, Malago membantah anggapan bahwa kendala finansial menjadi hambatan utama bagi FIGC untuk merekrut Guardiola. Menurutnya, federasi siap mempertimbangkan langkah khusus apabila peluang mendapatkan pelatih sekaliber Guardiola benar-benar terbuka.
"Dalam jangka pendek hingga menengah, mengatakan bahwa kami harus mengencangkan ikat pinggang mungkin masih kurang menggambarkan situasi. Namun, beberapa pengecualian bisa saja dibuat, terutama jika menyangkut sosok yang begitu besar seperti Guardiola," kata Malago.
Selain Guardiola, FIGC juga dikabarkan mempertimbangkan sejumlah nama lain. Mantan pelatih Timnas Italia Roberto Mancini dan legenda AC Milan Andrea Pirlo masuk dalam radar federasi.
Namun, Malago menegaskan daftar kandidat pelatih tidak hanya berisi dua nama tersebut. "Tidak, sama sekali tidak. Tetapi jika kami mempertimbangkan profil tertentu, nama-nama tersebut tentu masuk dalam kategori profil yang kami cari," tegasnya.
Penunjukan pelatih baru menjadi agenda penting bagi FIGC setelah kegagalan Italia tampil di Piala Dunia 2026. Federasi berharap sosok yang dipilih mampu mengembalikan kejayaan Gli Azzurri dan membawa tim kembali bersaing di level tertinggi sepak bola internasional.
(Sumber: ESPN)