Garuda Indonesia dan Saudia Jalin Kerja Sama 1 Tiket, Perjalanan ke Eropa hingga Afrika Bakal Lebih Mudah

Garuda Indonesia dan Saudia jajaki kerja sama tiket tunggal yang memudahkan penerbangan ke Timur Tengah, Eropa, dan Afrika. (Foto: freepik) 
 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan maskapai nasional Arab Saudi, Saudia, resmi memperluas kerja sama strategis dengan menjajaki skema perjalanan menggunakan satu tiket (single-ticket travel). Melalui kolaborasi ini, penumpang nantinya dapat memesan perjalanan lintas jaringan kedua maskapai dalam satu reservasi sehingga koneksi penerbangan internasional menjadi lebih praktis.

Kesepakatan tersebut diumumkan setelah kedua maskapai menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada Rabu (22/7/2026). Langkah ini menjadi kelanjutan dari kerja sama codeshare yang telah berjalan sebelumnya sekaligus memperkuat posisi keduanya sebagai anggota aliansi penerbangan SkyTeam. 

Dalam rencana tersebut, jaringan penerbangan Garuda Indonesia di Indonesia dan Australia akan dihubungkan dengan jaringan Saudia yang melayani berbagai kota di Timur Tengah, Eropa, hingga Afrika. Dengan sistem tiket tunggal, pelanggan tidak lagi perlu melakukan pemesanan terpisah ketika melanjutkan perjalanan menggunakan maskapai mitra. 

Penumpang Diuntungkan dengan Satu Tiket

Skema single-ticket travel memungkinkan seluruh rute perjalanan berada dalam satu kode pemesanan. Selain memberikan kemudahan saat membeli tiket, sistem ini juga berpotensi menyederhanakan proses check-in, penanganan bagasi hingga perlindungan perjalanan apabila terjadi perubahan jadwal penerbangan sesuai kebijakan maskapai.

Bagi wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis, layanan tersebut diharapkan membuat perjalanan dari Indonesia menuju berbagai destinasi internasional menjadi lebih efisien karena tidak perlu mengatur beberapa tiket secara terpisah. 

Tidak Hanya Tiket, Kerja Sama Akan Diperluas

Selain mengembangkan layanan satu tiket, Garuda Indonesia dan Saudia juga akan mengeksplorasi berbagai bentuk kolaborasi lain.

Ruang lingkup kerja sama meliputi perencanaan jaringan penerbangan, penyusunan jadwal yang lebih terintegrasi, penjualan dan pemasaran bersama, pengembangan program loyalitas pelanggan, pemanfaatan teknologi, hingga peningkatan layanan di bandara. 

Direktur Transformasi Garuda Indonesia, Neil Raymond Mills, menyebut kawasan Timur Tengah memiliki arti strategis bagi Garuda Indonesia. Menurutnya, hubungan Indonesia dan Arab Saudi tidak hanya didorong oleh perjalanan ibadah haji dan umrah, tetapi juga mobilitas masyarakat, aktivitas bisnis, serta penguatan kerja sama ekonomi kedua negara. 

Berpotensi Mempermudah Perjalanan Haji dan Umrah

Kerja sama ini diperkirakan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Indonesia yang bepergian ke Arab Saudi untuk keperluan ibadah maupun wisata.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah jamaah haji dan umrah terbesar di dunia. Dengan sistem tiket tunggal, proses perjalanan menuju kota-kota di Arab Saudi maupun penerbangan lanjutan ke negara lain di Timur Tengah, Eropa, dan Afrika diharapkan menjadi lebih nyaman karena seluruh perjalanan berada dalam satu pemesanan. 

Meski demikian, implementasi layanan tersebut masih berada pada tahap penjajakan. Kedua maskapai akan menyusun berbagai aspek operasional dan komersial sebelum layanan resmi diluncurkan kepada masyarakat. 

Kerja sama baru ini juga memperkuat hubungan Garuda Indonesia dan Saudia yang sebelumnya telah terjalin melalui perjanjian codeshare, sekaligus memperluas pilihan konektivitas internasional bagi pelanggan kedua maskapai. 

(berbagai sumber)