GEBRAK.ID – Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan insiden yang menyita perhatian. Bek Timnas Ekuador, Piero Hincapie, menjadi pemain kedua yang menerima kartu merah akibat melanggar aturan baru FIFA terkait aksi berbicara sambil menutupi mulut di lapangan.
Peristiwa tersebut terjadi saat Ekuador takluk 0-2 dari Meksiko pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Rabu (1/7/2026) WIB. Kekalahan itu sekaligus mengakhiri langkah La Tri di turnamen terbesar sepak bola dunia.
Dua gol kemenangan Meksiko dicetak Julian Quinones dan Raul Jimenez, sementara Ekuador gagal memberikan perlawanan berarti meski menguasai pertandingan hingga 57 persen. Sepanjang laga, mereka hanya mampu mencatatkan satu tembakan tepat sasaran dari total delapan percobaan.
Situasi semakin memburuk bagi Ekuador pada masa injury time. Bek Arsenal, Piero Hincapie, diganjar kartu merah langsung oleh wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, setelah tertangkap kamera berbicara dengan penyerang Meksiko, Santiago Gimenez, sembari menutupi mulut menggunakan tangannya.
Keputusan tersebut memicu perbincangan luas karena berkaitan dengan kebijakan baru FIFA yang mulai diterapkan pada Piala Dunia 2026.
Aturan Baru FIFA Mulai Memakan Korban
FIFA kini menerapkan sanksi tegas terhadap pemain yang sengaja menutupi mulut saat berbicara dengan lawan maupun ofisial pertandingan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi di lapangan dan mencegah potensi penyalahgunaan komunikasi yang sulit dipantau, termasuk dugaan provokasi atau penyampaian kata-kata yang melanggar kode etik pertandingan.
Hincapie menjadi pemain kedua yang terkena hukuman berdasarkan regulasi tersebut. Sebelumnya, gelandang Paraguay, Miguel Almiron, juga menerima kartu merah karena pelanggaran serupa saat fase grup.
Menariknya, aturan ini sempat menjadi sorotan ketika gelandang Inggris, Jude Bellingham, melakukan gestur serupa saat menghadapi Ghana di babak penyisihan grup. Namun, dalam laga tersebut wasit tidak memberikan hukuman sehingga memunculkan perdebatan mengenai konsistensi penerapan aturan di lapangan.
Ekuador Gagal Manfaatkan Dominasi Bola
Terlepas dari insiden kartu merah, performa Ekuador sepanjang pertandingan dinilai kurang efektif. Tim asuhan mereka memang lebih banyak menguasai bola dibanding Meksiko, tetapi kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Sebaliknya, Meksiko tampil lebih efisien dalam memanfaatkan peluang yang dimiliki. Kemenangan tersebut membawa El Tri melaju ke babak 16 besar dengan catatan impresif, termasuk belum kebobolan sepanjang turnamen.
Sementara itu, kartu merah yang diterima Hincapie dipastikan menjadi pelajaran penting bagi para pemain lainnya. Dengan aturan baru FIFA yang kini ditegakkan lebih ketat, setiap bentuk komunikasi di lapangan yang dilakukan sambil menutupi mulut berpotensi berujung sanksi berat.
Publik pun kini menanti apakah masih akan ada pemain lain yang menjadi korban penerapan aturan kontroversial tersebut seiring berlanjutnya Piala Dunia 2026.
(Sumber: FIFA)
