GEBRAK.ID – Nama Ismael Saibari menjadi salah satu yang paling banyak diperbincangkan sepanjang gelaran Piala Dunia 2026. Bukan hanya karena penampilan impresifnya bersama Timnas Maroko, tetapi juga momen emosional saat ia berlari ke tribun penonton untuk memeluk sang ibu usai membawa negaranya meraih kemenangan.
Di tengah perayaan para pemain di lapangan, gelandang serang berusia 25 tahun itu memilih menghampiri ibunya, Fatima, dengan wajah penuh haru. Pelukan hangat tersebut langsung menjadi sorotan publik dan viral di berbagai platform media sosial.
Banyak penggemar menilai tindakan Saibari mencerminkan kuatnya nilai kekeluargaan yang selama ini melekat pada para pemain Maroko. Momen itu juga dipandang sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua yang sejalan dengan ajaran Islam.
Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW menempatkan ibu sebagai sosok yang paling berhak mendapatkan bakti seorang anak.
"Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?" Nabi SAW menjawab, "Ibumu." Orang itu bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Nabi menjawab, "Ibumu." Pertanyaan itu diulang hingga tiga kali, lalu Rasulullah bersabda, "Kemudian ayahmu." (HR Bukhari dan Muslim).
Lahir di Spanyol, Memilih Membela Maroko
Dilansir dari data resmi FIFA, Ismael Saibari memiliki nama lengkap Ismael Saibari Ben El Basra. Ia lahir di Terrassa, Catalunya, Spanyol, pada 28 Januari 2001 dari pasangan Hassan dan Fatima yang merupakan imigran asal Maroko.
Meski lahir dan tumbuh di Spanyol, Saibari akhirnya memutuskan membela Timnas Maroko, negara asal kedua orang tuanya.
Keputusan itu bukan tanpa alasan. Baginya, mengenakan seragam Singa Atlas merupakan bentuk penghormatan terhadap keluarga sekaligus akar budaya yang dimilikinya.
Anak Buruh Bangunan yang Berjuang dari Nol
Perjalanan hidup Saibari tidak selalu mudah. Ayahnya, Hassan, pernah bekerja sebagai buruh bangunan di Spanyol sebelum kehilangan pekerjaan akibat krisis ekonomi 2007.
Keluarga sempat membuka toko kelontong, tetapi usaha tersebut tidak bertahan lama. Demi masa depan anak-anaknya, mereka kemudian hijrah ke Belgia dan memulai kehidupan dari awal.
Kakak Saibari, Akram, mengenang masa-masa sulit tersebut.
"Krisis ekonomi yang melanda Spanyol membuat kami pindah ke Belgia melalui bantuan teman ibu saya. Kami harus merintis semuanya kembali dari nol," ujar Akram.
Tetangga keluarga di Terrassa, Charaf Eddine Dinar, juga mengenang kecintaan Saibari terhadap sepak bola sejak kecil.
"Anda akan jarang melihatnya tanpa membawa bola. Ke mana pun ia pergi—ke lapangan, jalanan, atau taman depan apartemen—ia selalu bermain bola bersama kakaknya," kenangnya seperti dikutip FIFA.
Bersinar Bersama PSV dan Timnas Maroko
Karier sepak bola Saibari dimulai di Club Deportivo Can Parellada sebelum bergabung dengan akademi Anderlecht dan Genk di Belgia.
Bakatnya terus berkembang hingga direkrut PSV Eindhoven pada 2020. Bersama klub raksasa Belanda tersebut, Saibari berkembang menjadi salah satu gelandang muda terbaik Eredivisie dengan lebih dari 140 penampilan hingga Piala Dunia 2026.
Sebelum memilih Maroko, pelatih Timnas Belgia saat itu, Roberto Martinez, sempat mencoba membujuknya membela "Setan Merah". Namun Saibari tetap teguh pada pilihannya untuk memperkuat negara asal keluarganya.
Kini, bersama Maroko di Piala Dunia 2026, Ismael Saibari bukan hanya dikenal karena kemampuan mengolah bola, tetapi juga karena sikap rendah hati dan kedekatannya dengan keluarga yang menginspirasi banyak orang.
Profil Singkat Ismael Saibari
* Nama lengkap: Ismael Saibari Ben El Basra
* Lahir: Terrassa, Catalunya, Spanyol, 28 Januari 2001
* Kebangsaan: Maroko
* Posisi: Gelandang serang, sayap, penyerang
* Klub: PSV Eindhoven
* Tim Nasional: Maroko
(Sumber: FIFA)
