Indonesia Sepakat Beli Rudal BrahMos dari India, Prabowo dan Modi Perkuat Kerja Sama Pertahanan

 

Indonesia dan India menyepakati pengadaan rudal BrahMos serta memperkuat kerja sama pertahanan dan mineral kritis. ( Foto: Wikipedia) 

Editor: Devona R

GEBRAK.ID,JAKARTA – Indonesia dan India resmi memperkuat kemitraan strategis di bidang pertahanan dengan menyepakati kerja sama pengadaan sistem rudal jelajah supersonik BrahMos. Kesepakatan tersebut dicapai dalam kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Jakarta yang berlangsung selama tiga hari atas undangan Presiden Prabowo Subianto.

Kerja sama pertahanan menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan kedua pemimpin negara, di samping penguatan kolaborasi di sektor mineral kritis, keamanan maritim, teknologi, pangan, hingga kesehatan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, mengonfirmasi bahwa kesepakatan mengenai sistem rudal BrahMos telah dicapai dalam kunjungan tersebut.

"Kesepakatan untuk kerja sama pada Sistem BrahMos tercapai selama kunjungan tersebut," tulis Jaiswal melalui akun resmi X. Ia menambahkan bahwa kedua negara juga menyepakati kerja sama rudal udara-ke-udara yang akan meningkatkan kolaborasi teknologi dan kemampuan pertahanan kedua negara.

Kesepakatan itu ditandatangani antara perusahaan produsen BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan Indonesia. Namun, kedua pihak belum mengungkapkan rincian jumlah rudal maupun jadwal pengirimannya. 

Nilai kontrak diperkirakan capai Rp10 triliun

Sejumlah media internasional melaporkan nilai kontrak pengadaan sistem BrahMos diperkirakan mencapai sekitar 630 juta dolar AS atau setara lebih dari Rp10 triliun (kurs sekitar Rp16.000 per dolar AS). Jika terealisasi penuh, Indonesia akan menjadi negara ketiga yang mengoperasikan rudal BrahMos setelah Filipina dan Vietnam. 

Selain BrahMos, Indonesia juga disebut akan mengadopsi rudal udara-ke-udara Astra buatan India. Rudal tersebut dirancang untuk dipasang pada pesawat tempur Sukhoi yang saat ini masih dioperasikan TNI Angkatan Udara. 

Perkuat keamanan kawasan Indo-Pasifik

Dalam konferensi pers bersama di Istana Merdeka, Presiden Prabowo Subianto menegaskan berbagai kesepakatan yang dicapai diharapkan segera diimplementasikan agar memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.

Sementara itu, Narendra Modi menyebut Indonesia sebagai mitra strategis penting bagi India di kawasan Indo-Pasifik. Menurutnya, kerja sama yang semakin erat akan mendukung stabilitas kawasan, keamanan maritim, serta rantai pasok sektor strategis seperti mineral kritis. 

Selain bidang pertahanan, Indonesia dan India juga menandatangani berbagai nota kesepahaman mengenai pengembangan rantai pasok mineral kritis, kerja sama industri baja, ketahanan pangan, kesehatan, teknologi antariksa, penanggulangan bencana, serta ekonomi biru. 

Bagi India, kesepakatan ini sekaligus menjadi tonggak penting dalam upaya memperluas ekspor industri pertahanan nasional. Sementara bagi Indonesia, pengadaan BrahMos menjadi bagian dari modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk memperkuat kemampuan pertahanan, khususnya dalam menjaga wilayah maritim dan kepentingan strategis nasional. 

( berbagai sumber)