GEBRAK.ID – Jaguar tengah menghadapi fase transisi besar dalam bisnis otomotifnya. Setelah menghentikan produksi seluruh lini kendaraan bermesin konvensional pada tahun lalu sebagai bagian dari transformasi menuju merek kendaraan listrik premium, pabrikan asal Inggris itu kini masih menyisakan ratusan unit mobil baru di jaringan dealernya.
Kondisi tersebut membuat banyak dealer di berbagai wilayah menawarkan potongan harga besar-besaran untuk menghabiskan stok yang masih tersedia. Bahkan, beberapa model mendapatkan diskon puluhan ribu dolar Amerika Serikat (AS) atau setara ratusan juta rupiah.
Dilansir dari Carscoops, Sabtu (4/7/2026), langkah memberikan insentif besar menjadi strategi Jaguar untuk mempercepat penjualan sebelum generasi kendaraan listrik terbarunya mulai dipasarkan secara luas.
Salah satu model dengan harga paling terjangkau saat ini adalah Jaguar E-Pace P250 model tahun 2024. SUV mewah tersebut kini dijual mulai 42.668 dolar AS atau sekitar Rp767,7 juta dengan asumsi kurs Rp17.994 per dolar AS.
Harga itu sudah termasuk potongan sebesar 10.000 dolar AS dari banderol resmi atau Manufacturer's Suggested Retail Price (MSRP). Meski demikian, mobil tersebut sebenarnya sudah mendekati usia tiga tahun karena merupakan stok produksi 2024.
Tak hanya SUV kompak, Jaguar juga memangkas harga sedan premiumnya. Jaguar XF R-Dynamic SE model 2024 yang dijual melalui dealer Jaguar Fort Myers kini mendapatkan diskon sekitar 5.000 dolar AS dari harga normal berkat insentif langsung dari pabrikan.
Diskon terbesar justru diberikan pada mobil listrik Jaguar I-Pace. Salah satu unit yang tersedia di dealer Jaguar Orland Park mengalami penurunan harga yang sangat signifikan.
Mobil yang sebelumnya dibanderol 81.368 dolar AS kini hanya dijual sekitar 52.393 dolar AS. Artinya, konsumen bisa menghemat hingga 28.975 dolar AS atau setara lebih dari Rp520 juta berdasarkan kurs saat ini.
Selain I-Pace, sebagian besar stok Jaguar yang masih tersedia berasal dari model F-Pace, SUV premium yang juga telah dihentikan produksinya. Model tersebut umumnya memperoleh potongan harga sekitar 10.000 dolar AS untuk menarik minat calon pembeli.
Langkah Jaguar memberikan diskon besar tidak terlepas dari strategi jangka panjang perusahaan. Merek otomotif yang berada di bawah naungan Jaguar Land Rover (JLR) itu tengah melakukan transformasi menyeluruh untuk menjadi produsen mobil listrik ultra-mewah.
Transformasi tersebut membuat Jaguar menghentikan produksi model-model lama lebih cepat sambil mempersiapkan peluncuran lini kendaraan listrik generasi baru yang mengusung desain dan teknologi berbeda dari produk sebelumnya.
Akibat adanya masa transisi tersebut, stok kendaraan bermesin bensin yang masih tersisa di dealer menjadi fokus utama penjualan selama beberapa waktu ke depan.
Bagi konsumen yang menginginkan mobil premium dengan harga lebih kompetitif, situasi ini menjadi peluang menarik. Potongan harga yang mencapai puluhan ribu dolar membuat sejumlah model Jaguar kini dijual jauh di bawah harga normal.
Meski demikian, calon pembeli tetap perlu mempertimbangkan beberapa faktor, seperti usia stok kendaraan, biaya perawatan, ketersediaan suku cadang, hingga nilai jual kembali di masa mendatang. Pasalnya, sebagian besar model yang saat ini didiskon merupakan lini produk yang sudah tidak lagi diproduksi.
Di sisi lain, diskon besar tersebut menjadi sinyal bahwa Jaguar benar-benar serius memasuki era baru sebagai produsen kendaraan listrik premium. Perusahaan berharap strategi ini mampu mempercepat pergantian portofolio produknya sekaligus membuka jalan bagi peluncuran model-model listrik generasi berikutnya.
(Sumber: Carscoops)
