Editor: Damar Pratama
Peluang Juergen Klopp menangani Tim Nasional (Timnas) Jerman semakin terbuka. (Foto: Liverpool)
GEBRAK.ID – Peluang Juergen Klopp menangani Tim Nasional (Timnas) Jerman semakin terbuka. Mantan pelatih Liverpool itu mengaku telah kembali memiliki energi penuh dan siap menjalani pembicaraan serius dengan Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) setelah munculnya tawaran untuk mengisi kursi pelatih yang ditinggalkan Julian Nagelsmann.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Klopp mulai mempertimbangkan kembali dunia kepelatihan setelah sempat memutuskan beristirahat pada akhir musim 2023/2024 karena mengalami kelelahan fisik dan mental usai menjalani karier panjang bersama Liverpool.
"Saat ini waktunya memang tidak sempurna. Meski begitu, sekarang kondisinya lebih baik daripada sebelumnya. Kini energi saya sudah benar-benar pulih. Jadi, saya siap," ujar Klopp, seperti dikutip dari AFP di Jakarta, Minggu (5/7/2026).
Nama Klopp langsung mencuat sebagai kandidat utama setelah Julian Nagelsmann memilih mundur dari jabatannya. Keputusan tersebut datang hanya empat hari setelah Timnas Jerman tersingkir secara dramatis di babak 32 besar Piala Dunia 2026 usai kalah dalam adu penalti melawan Paraguay.
DFB pun bergerak cepat mencari sosok pengganti yang dinilai mampu mengembalikan kejayaan Der Panzer. Klopp menjadi figur yang dianggap paling ideal berkat pengalaman panjangnya membangun tim dan meraih prestasi di level tertinggi sepak bola Eropa.
Saat ini, Klopp masih menjabat sebagai Kepala Sepak Bola Global Red Bull. Meski demikian, laporan Sky Germany menyebutkan bahwa pria berusia 59 tahun itu memiliki kesepakatan lisan yang memungkinkannya meninggalkan perusahaan tersebut apabila mendapat kesempatan menangani Timnas Jerman.
Meski membuka peluang, Klopp menegaskan dirinya tetap menghormati kontrak profesional yang masih mengikatnya bersama Red Bull. Karena itu, segala keputusan baru akan diambil setelah melalui pembicaraan yang matang.
"Saya masih memiliki kontrak dengan Red Bull. Saya suka menghormati kontrak. Tetapi saya tertarik untuk melakukan pembicaraan. Itu harus menjadi pembicaraan yang intensif," katanya.
Menurut Klopp, persoalan yang sedang dihadapi sepak bola Jerman tidak cukup diselesaikan hanya dengan pergantian pelatih. Ia menilai diperlukan pembenahan yang lebih menyeluruh agar tim nasional kembali mampu bersaing di level dunia.
"Kita sekarang harus mengubah banyak hal secara mendasar. Apakah nantinya saya atau orang lain yang menangani tim ini, itu tidak mengubah kenyataan bahwa perubahan memang diperlukan," ujar Klopp.
Klopp juga mengungkapkan bahwa sebelum mengambil keputusan akhir, dirinya akan lebih dulu berdiskusi dengan Direktur Pelaksana Red Bull, Oliver Mintzlaff. Menurut Klopp, Mintzlaff merupakan sosok yang sangat peduli terhadap perkembangan sepak bola Jerman sehingga proses transisi harus dilakukan secara profesional.
"Sepak bola Jerman sangat dekat di hatinya. Red Bull juga harus keluar dari situasi ini dengan baik. Tidak mudah untuk keluar begitu saja," cetusnya.
Klopp dikenal sebagai salah satu pelatih paling sukses dalam dua dekade terakhir. Selama lebih dari delapan tahun menangani Liverpool, ia berhasil mengakhiri penantian panjang klub tersebut dengan mempersembahkan gelar Liga Inggris, Liga Champions, Piala FA, Piala Liga Inggris, Piala Super Eropa, hingga Piala Dunia Antarklub FIFA.
Sebelumnya, Klopp juga mencatatkan kesuksesan bersama Borussia Dortmund dengan membawa klub tersebut menjuarai Bundesliga Jerman dan mencapai final Liga Champions musim 2012/2013.
Pengalaman membangun tim dari bawah, karakter kepemimpinan yang kuat, serta kemampuannya mengembangkan pemain muda menjadi alasan mengapa banyak pihak menilai Klopp sebagai sosok yang tepat untuk memulai era baru Timnas Jerman.
Kini, keputusan berada di tangan Klopp. Apabila negosiasi dengan DFB dan Red Bull berjalan lancar, publik sepak bola berpeluang melihat salah satu pelatih terbaik dunia kembali ke pinggir lapangan, kali ini memimpin ambisi Jerman untuk bangkit dan kembali menjadi kekuatan utama di pentas internasional.
(Sumber: AFP)