Jangan Tunggu Mesin Bermasalah, Ini Pentingnya Ganti Oli Rutin agar Kendaraan Tetap Prima

Mengganti oli secara rutin menjadi salah satu bentuk perawatan paling penting yang sering kali diabaikan oleh pemilik kendaraan. (Foto ilustrasi: Picabay)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA -- Mengganti oli secara rutin menjadi salah satu bentuk perawatan paling penting yang sering kali diabaikan oleh pemilik kendaraan. Padahal, kondisi oli sangat berpengaruh terhadap performa mesin, efisiensi bahan bakar, hingga usia pakai kendaraan.

Banyak pengendara beranggapan selama mesin masih terasa halus dan normal, oli belum perlu diganti. Faktanya, kualitas pelumas terus menurun seiring waktu dan pemakaian meski gejala kerusakan belum terasa.

Oli tidak hanya berfungsi sebagai pelumas, tetapi juga membantu mendinginkan mesin, mengurangi gesekan antarkomponen, serta melindungi bagian dalam mesin dari keausan.

Karena itu, penggantian oli sesuai jadwal menjadi langkah penting untuk menjaga kondisi mesin tetap optimal.

"Kami mengimbau pengguna kendaraan untuk mengganti oli secara rutin sesuai jadwal yang dianjurkan. Namun, pola penggunaan kendaraan sehari-hari juga perlu menjadi perhatian," ujar Senior Analyst PCO & Specialties PT Pertamina Lubricants, Mulianto, dalam keterangan resminya, Kamis (23/7/2026).

Jangan Terlena Mesin Masih Terasa Normal

Mulianto menjelaskan setiap jenis oli memiliki masa pakai yang terbatas. Kendati kendaraan masih terasa nyaman dikendarai, bukan berarti kemampuan oli masih optimal.

Menurutnya, kendaraan yang digunakan setiap hari atau sering melintasi jalan padat, macet, maupun medan berat sebaiknya mendapatkan perhatian lebih terhadap jadwal penggantian pelumas.

"Kendaraan sering kali masih terasa nyaman meski oli sudah mendekati akhir masa pakainya. Hal ini dapat membuat konsumen menunda penggantian oli kendaraan. Akibatnya, gesekan antarkomponen meningkat, kotoran di dalam mesin menumpuk, dan keausan lebih cepat terjadi," jelas Mulianto.

Risiko jika Terlambat Ganti Oli

Menunda penggantian oli bukan hanya membuat performa mesin menurun, tetapi juga meningkatkan risiko kerusakan komponen internal.

Beberapa dampak yang bisa terjadi antara lain:

* Gesekan antarkomponen mesin semakin tinggi.
* Penumpukan kotoran dan kerak di dalam mesin.
* Mesin lebih cepat aus.
* Efisiensi bahan bakar menurun.
* Risiko kerusakan mesin menjadi lebih besar.

Jika dibiarkan dalam jangka panjang, biaya perbaikan yang harus dikeluarkan tentu akan jauh lebih besar dibandingkan biaya mengganti oli secara berkala.

Pilih Oli Sesuai Rekomendasi Pabrikan

Selain rutin mengganti oli, pemilik kendaraan juga perlu memastikan jenis pelumas yang digunakan sesuai spesifikasi pabrikan.

Pemilihan tingkat kekentalan atau SAE yang tepat akan membantu menjaga pelumasan tetap optimal pada berbagai suhu kerja mesin.

Oli yang sesuai juga berperan dalam menjaga efisiensi konsumsi bahan bakar sekaligus mengurangi risiko keausan komponen mesin.

Dengan melakukan perawatan sederhana seperti mengganti oli tepat waktu dan menggunakan pelumas yang sesuai spesifikasi, performa kendaraan akan tetap terjaga, usia mesin lebih panjang, dan risiko kerusakan serius dapat diminimalkan.

(Sumber: PT Pertamina Lubricants)