Janice Tjen Petik Pelajaran Berharga di Wimbledon, Kini Bidik Hasil Maksimal Bersama Aldila Sutjiadi

Petenis putri Indonesia Janice Tjen menutup perjalanan di nomor tunggal Wimbledon 2026 dengan kepala tegak. (Foto: WTA Tour)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA – Petenis putri Indonesia Janice Tjen menutup perjalanan di nomor tunggal Wimbledon 2026 dengan kepala tegak. Meski langkahnya terhenti di babak kedua, Janice mengaku membawa pulang pengalaman berharga yang akan menjadi modal penting untuk mengembangkan kariernya di level tertinggi tenis dunia.

Kini, fokus petenis berusia muda itu beralih ke sektor ganda putri bersama Aldila Sutjiadi. Keduanya bertekad memberikan penampilan terbaik demi menjaga asa Indonesia di Grand Slam paling bergengsi di lapangan rumput tersebut.

Janice mengatakan keberhasilannya menembus babak kedua Wimbledon menjadi pencapaian yang patut disyukuri sekaligus pelajaran penting untuk menghadapi turnamen-turnamen besar berikutnya.

"Wimbledon kali ini memang banyak pelajaran yang bisa diambil. Senang juga bisa melaju ke ronde kedua. Semoga untuk ke depannya ini sesuatu yang bisa aku ambil dan aku pelajari untuk menjadi yang lebih baik lagi," ujar Janice, dikutip dari laman resmi Wimbledon, Kamis (3/7/2026).

Perjalanan Janice di nomor tunggal harus berakhir setelah kalah dari petenis Australia, Daria Kasatkina, dalam pertarungan tiga set dengan skor 7-6(5), 1-6, 4-6 di All England Club, London.

Sempat Tampil Gemilang

Janice sebenarnya tampil impresif pada set pertama. Setelah kedua pemain saling mempertahankan servis hingga skor imbang 6-6, pertandingan berlanjut ke tie-break.

Dalam momen krusial tersebut, Janice menunjukkan mental bertanding yang kuat. Ia mampu bangkit dari ketertinggalan 1-5 sebelum akhirnya merebut tie-break 7-5 dan memenangkan set pembuka.

Namun pengalaman Kasatkina berbicara pada dua set berikutnya. Petenis peringkat 65 dunia itu meningkatkan intensitas permainan sejak awal set kedua dan berhasil membalikkan keadaan hingga mengamankan tiket ke babak selanjutnya.

Meski gagal melanjutkan langkah di nomor tunggal, Janice masih memiliki peluang mencatat prestasi di sektor ganda putri.

Optimistis Bersama Aldila

Janice akan kembali turun bersama Aldila Sutjiadi, pasangan terbaik Indonesia di nomor ganda putri. Keduanya telah menjalani sejumlah turnamen pemanasan di lapangan rumput sebagai bagian dari persiapan menuju Wimbledon.

Sebelumnya, Janice dan Aldila tampil di Libema Open, namun harus terhenti pada babak pertama. Hasil yang lebih baik diraih di Nottingham Open setelah mereka berhasil melangkah hingga semifinal sebelum dikalahkan pasangan tuan rumah Harriet Dart dan Maia Lumsden melalui pertandingan tiga set.

Janice mengaku proses adaptasi di lapangan rumput berjalan semakin baik dan optimistis bisa tampil lebih maksimal di Wimbledon.

"Pastinya kita sudah sebisa mungkin adaptasi di lapangan rumput ini, dan kita bakal kasih usaha terbaik kita, semoga bisa maksimal," katanya.

Janice juga menegaskan kini seluruh fokusnya tertuju pada nomor ganda.

"Aku merasa percaya diri ya untuk bisa memberikan yang terbaik untuk di ganda, dan semoga bisa mendapatkan hasil yang maksimal," ujar Janice.

Menariknya, pada babak pertama Wimbledon, Janice dan Aldila kembali dipertemukan dengan Harriet Dart dan Maia Lumsden. Laga tersebut menjadi kesempatan bagi pasangan Indonesia untuk membalas kekalahan yang mereka alami di Nottingham sekaligus membuka peluang melangkah lebih jauh di Grand Slam edisi 2026.

(Sumber: WTA Tour)