Japan Open 2026 Makan Korban, Sabar/Reza dan Ubed Gagal Susul Alwi Farhan ke Perempat Final

Harapan Indonesia menambah wakil di babak perempat final Japan Open 2026 kembali berkurang. Ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (tampak dalam gambar) dan tunggal putra Moh Zaki Ubaidillah sama-sama harus mengakhiri perjuangan mereka pada babak 16 besar, Kamis (16/7/2026). (Foto: PBSI)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA -- Harapan Indonesia menambah wakil di babak perempat final Japan Open 2026 kembali berkurang. Ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dan tunggal putra Moh Zaki Ubaidillah sama-sama harus mengakhiri perjuangan mereka pada babak 16 besar, Kamis (16/7/2026).

Bertanding di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, kedua wakil Merah Putih gagal melewati adangan lawan masing-masing setelah kalah dalam dua gim langsung.

Sabar/Reza yang menghadapi pasangan Inggris, Ben Lane/Sean Vendy, kesulitan mengembangkan permainan sejak awal pertandingan. Mereka harus menyerah dengan skor 11-21 pada gim pertama.

Memasuki gim kedua, Sabar/Reza sempat memberikan perlawanan lebih sengit. Namun pasangan Indonesia itu tetap gagal membalikkan keadaan dan kembali kalah 17-21 sehingga langkah mereka di Japan Open 2026 terhenti di babak 16 besar.

Nasib serupa dialami tunggal putra muda Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah atau Ubed. Menghadapi unggulan asal Denmark, Anders Antonsen, Ubed dipaksa bekerja keras sepanjang pertandingan.

Pada gim pertama, Antonsen tampil dominan dan menutup gim dengan kemenangan 21-12.

Ubed mencoba bangkit pada gim kedua. Ia mampu memberikan tekanan dan sempat mengimbangi permainan hingga skor 17-17. Namun pengalaman Antonsen berbicara di poin-poin krusial. Pebulu tangkis Denmark itu akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 21-19.

Hasil tersebut membuat Sabar/Reza dan Ubed gagal mengikuti jejak Alwi Farhan yang lebih dulu memastikan tiket ke perempatfinal usai menyingkirkan wakil Prancis, Alex Lanier, lewat pertarungan tiga gim.

Kekalahan dua wakil tersebut sekaligus menjadi pukulan bagi Indonesia yang masih berharap meraih hasil terbaik pada turnamen level Super 750 tersebut melalui wakil-wakil yang masih bertahan.

(Sumber: PBSI)