KAI Sulap Stasiun Gambir Jadi Gerbang Utama Kereta Jarak Jauh, Terintegrasi Monas dan Transportasi Publik

 


KAI mengembangkan Stasiun Gambir menjadi gerbang utama kereta jarak jauh yang terintegrasi dengan Monas dan transportasi publik Jakarta. ( Foto: ist) 

Editor: Dinar Kencana 

GEBRAK.ID, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mempercepat transformasi Stasiun Gambir menjadi gerbang utama layanan kereta api (KA) jarak jauh di pusat Jakarta. Pengembangan tersebut dilakukan secara bertahap dengan mengusung konsep stasiun modern yang terintegrasi dengan kawasan Monumen Nasional (Monas), transportasi publik, hingga ruang komersial dan gaya hidup.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan pengembangan Stasiun Gambir bukan untuk menggantikan peran Stasiun Manggarai, melainkan memperkuat fungsi masing-masing dalam sistem transportasi Jabodetabek.

"Manggarai tetap menjadi pusat perpindahan antarlintas, sementara Gambir kami siapkan sebagai pintu KA Jarak Jauh di pusat kota, akses ke kawasan Monas, dan bagian dari integrasi transportasi publik Jakarta," ujar Bobby dalam keterangan resmi. 

Menurut Bobby, posisi Stasiun Gambir yang berada di kawasan strategis Jakarta menjadi nilai tambah karena dikelilingi pusat pemerintahan, kawasan bisnis, hotel, ruang publik, serta destinasi wisata nasional seperti Monas.

Karena itu, pengembangan stasiun tidak hanya difokuskan pada pelayanan operasional kereta, tetapi juga meningkatkan pengalaman pelanggan sejak tiba di stasiun, menunggu keberangkatan, berpindah moda transportasi, hingga melanjutkan aktivitas di pusat kota. 

Usung Konsep Mobility, Culture, dan Lifestyle

KAI mengembangkan Stasiun Gambir dengan tiga konsep utama, yaitu mobility, culture, dan lifestyle.

Aspek mobilitas tetap menjadi fungsi utama sebagai simpul perjalanan kereta api jarak jauh. Di sisi lain, kawasan stasiun akan dilengkapi ruang budaya, area komersial, fasilitas pelanggan, serta ruang publik yang menyatu dengan kawasan Medan Merdeka.

Konsep tersebut diharapkan menjadikan Gambir tidak hanya sebagai tempat naik dan turun penumpang, tetapi juga sebagai destinasi aktivitas masyarakat di pusat ibu kota. 

Terhubung dengan KRL dan Moda Transportasi Lain

Selain melayani kereta api jarak jauh, Stasiun Gambir juga akan diperkuat konektivitasnya dengan berbagai moda transportasi, termasuk KRL Commuter Line, TransJakarta, MRT, LRT, hingga layanan angkutan lanjutan.

Integrasi tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dan KAI dalam menciptakan sistem transportasi publik yang lebih efisien, nyaman, dan ramah pengguna di Jakarta. 

Modernisasi Sesuai Arahan Presiden

Pengembangan Stasiun Gambir juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya meminta modernisasi salah satu simpul transportasi terpenting di Jakarta tersebut. Selain meningkatkan kualitas layanan penumpang, modernisasi diharapkan mampu mengoptimalkan aset KAI sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan kawasan berbasis transit. 

Saat ini Stasiun Gambir masih menjadi salah satu stasiun tersibuk di Indonesia yang melayani puluhan perjalanan kereta api jarak jauh setiap hari. Dengan pengembangan bertahap tersebut, KAI menargetkan Gambir menjadi ikon transportasi modern yang menghubungkan perjalanan kereta, kawasan wisata, pusat pemerintahan, dan aktivitas bisnis di jantung ibu kota. 

( berbagai sumber)