GEBRAK.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi membuka Program Aksara (Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat) oleh Mahasiswa Tahun 2026, Senin (20/7/2026). Program ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat melalui kegiatan pengabdian sekaligus mengembangkan inovasi yang berdampak nyata.
Selain menambah pengalaman lapangan, peserta juga berpeluang membangun portofolio pengabdian masyarakat dengan dukungan pendanaan dari pemerintah yang mencapai Rp120 juta per proposal.
Program Aksara merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh organisasi kemahasiswaan intrakampus dengan pendampingan tim dosen. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan bekerja sama dengan mitra masyarakat serta pemerintah daerah di lokasi pengabdian.
Program ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat melalui pendekatan teknologi dan inovasi.
Dikutip dari siaran peluncuran Program Aksara melalui kanal YouTube Kemdiktisaintek, terdapat dua skema utama yang dapat dipilih peserta pada tahun 2026.
Skema Program Aksara Mahasiswa 2026
1. Aksara Peduli
Skema ini difokuskan pada pemberdayaan masyarakat untuk menjawab berbagai persoalan prioritas nasional, meliputi:
* Ketahanan pangan
* Energi
* Kesehatan
* Ekonomi kreatif
* Ekonomi hijau
* Ekonomi biru
* Isu strategis lain yang sesuai dengan kebutuhan wilayah sasaran
2. Aksara Sirkular
Program ini berfokus pada pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui berbagai kegiatan, seperti:
* Edukasi pengelolaan sampah
* Pemilahan sampah dari sumber
* Penerapan teknologi pengolahan sampah
* Penguatan TPS 3R dan bank sampah
* Pengembangan kelembagaan
* Penerapan ekonomi sirkular
Pelaksanaan Program Selama Enam Bulan
Program Aksara 2026 akan berlangsung selama enam bulan, mulai Juli hingga Desember 2026. Setiap tim diwajibkan melaksanakan kegiatan dengan total minimal 160 jam kerja efektif.
Kemdiktisaintek juga menetapkan besaran pendanaan yang dapat diajukan setiap proposal, yakni antara Rp80 juta hingga Rp120 juta.
Menariknya, sedikitnya 60 persen dari total anggaran yang diajukan wajib dialokasikan untuk penerapan teknologi dan inovasi yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat di lokasi pengabdian.
Cara Mengajukan Proposal Program Aksara
Mahasiswa dan dosen yang ingin mengikuti program ini harus melalui beberapa tahapan sebagai berikut:
* Menentukan skema dan permasalahan prioritas
* Menetapkan lokasi pengabdian, mitra sasaran, serta mitra pemerintah
* Menyusun tim mahasiswa, tim dosen, serta teknologi atau inovasi yang akan diterapkan
* Menyusun proposal sesuai format yang ditentukan
* Mengunggah proposal melalui akun ketua tim dosen pada Sistem BIMA
Jadwal Program Aksara Mahasiswa 2026
Berikut tahapan pelaksanaan Program Aksara Tahun 2026:
* Juli: Sosialisasi dan penerimaan proposal
* Agustus: Seleksi proposal, pengumuman penerima pendanaan, dan penandatanganan kontrak
* Agustus hingga Desember: Pelaksanaan program
* Oktober: Penyampaian laporan kemajuan
* November: Pemantauan dan evaluasi internal serta evaluasi oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek
* Desember: Penyampaian laporan akhir dan seminar dampak program
Selain menyusun program yang inovatif, peserta juga diharapkan merancang strategi keberlanjutan agar manfaat kegiatan tetap dirasakan masyarakat meski program telah berakhir. Aspek tersebut menjadi salah satu poin penting dalam pelaksanaan Program Aksara 2026.
(Sumber: Kemdiktisaintek)
