Kiper Mesir Mostafa Shobeir tak Kuasa Tahan Haru Usai Lolos ke 16 Besar: Kami tidak Pernah Mau Menyerah

Timnas Mesir lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 seusai menyingkirkan Australia lewat adu tendangan penalti di laga babak 32 besar, Sabtu (4/7/2026) WIB. (Foto: X/FIFAWorldCup)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID – Kiper Timnas Mesir, Mostafa Shobeir, mengungkapkan rasa bangga dan harunya setelah membawa The Pharaohs melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Penjaga gawang berusia 25 tahun itu menegaskan keberhasilan tersebut merupakan buah dari semangat juang yang terus dijaga sejak hari pertama tim tiba di turnamen.

Mesir memastikan tempat di fase 16 besar setelah menyingkirkan Australia melalui drama adu penalti pada babak 32 besar yang berlangsung di Dallas Stadium, Jumat (4/7/2026) waktu setempat.

Setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit, Mohamed Salah dan kolega akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2 dalam adu penalti.

Keberhasilan itu disambut penuh sukacita oleh seluruh skuad Mesir, termasuk Shobeir yang sepanjang pertandingan tampil solid di bawah mistar gawang.

"Kami tidak percaya kami melakukan ini, untuk bisa mencapai level ini. Tapi lagi, sejak hari pertama kami di sini, kami mengatakan kepada satu sama lain bahwa kami tidak akan pernah mundur," kata Shobeir, seperti dikutip dari laman resmi FIFA.

Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Mesir lebih dahulu memimpin melalui sundulan Emam Ashour pada babak pertama setelah menerima umpan silang Karim Hafez.

Namun, Australia berhasil menyamakan kedudukan pada babak kedua melalui gol bunuh diri bek Mesir, Mohamed Hany, yang salah mengantisipasi bola hasil situasi bola mati.

Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir. Kedua tim juga gagal mencetak gol tambahan pada babak perpanjangan waktu sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Pada momen penentuan tersebut, Mesir tampil jauh lebih tenang. Empat algojo The Pharaohs sukses menjalankan tugasnya, sementara Australia kehilangan dua kesempatan emas setelah Harry Souttar gagal mengeksekusi penalti dan Lucas Herrington juga tidak mampu mencetak gol.

Kemenangan itu menjadi salah satu pencapaian penting bagi Mesir yang kembali menunjukkan daya saingnya di panggung sepak bola dunia.

Shobeir menegaskan sejak awal timnya datang ke Piala Dunia 2026 bukan sekadar menjadi pelengkap peserta atau hanya bermain di fase grup.

Menurut Shobeir, seluruh pemain memiliki tekad untuk membuktikan bahwa Mesir mampu bersaing dengan negara-negara terbaik dunia. "Tentu saja, Tuhan memberikan kami sangat banyak dan kami mengapresiasi itu. Kami berharap bisa melangkah lebih jauh lagi," ujarnya.

Kiper yang tampil semakin percaya diri sepanjang turnamen tersebut juga memastikan perjuangan Mesir belum berakhir. Ia berjanji seluruh pemain akan terus memberikan kemampuan terbaik demi mengharumkan nama negara dan membahagiakan para pendukung yang selalu memberikan dukungan.

"Kami bertarung hingga akhir, bahkan di pertandingan selanjutnya. Bahkan jika kami memainkan lebih banyak pertandingan lagi, kami akan bertarung hingga akhir. Pada akhirnya kami akan bertarung hingga akhir untuk fans, negara, dan untuk kami sendiri," tegas Shobeir.

Performa Shobeir sepanjang laga melawan Australia mendapat banyak pujian. Selain tampil tenang mengawal pertahanan Mesir, ia juga beberapa kali melakukan penyelamatan penting yang menjaga peluang timnya tetap hidup hingga babak adu penalti.

Mental kuat yang ditunjukkan para pemain Mesir juga menjadi salah satu faktor utama keberhasilan mereka melewati pertandingan yang berlangsung selama dua jam lebih tersebut.

Kini, fokus Mesir beralih ke babak 16 besar. The Pharaohs masih menunggu lawan yang akan dihadapi, yakni pemenang pertandingan antara Argentina dan Tanjung Verde yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, pada Selasa (7/7/2026) pukul 23.00 WIB.

Siapa pun lawannya nanti, Mesir datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menunjukkan kemampuan bertahan yang disiplin, semangat pantang menyerah, serta ketenangan dalam menghadapi tekanan. Modal tersebut menjadi bekal berharga bagi The Pharaohs untuk terus melangkah dan mencoba menciptakan kejutan berikutnya di Piala Dunia 2026.

(Sumber: FIFA)