Kronologi Alphard Terobos Pelican Crossing Bundaran HI, Tiga Anggota Polda Jabar Minta Maaf dan Disanksi

Kronologi Alphard terobos pelican crossing Bundaran HI. Tiga anggota Polda Jabar minta maaf, diperiksa Propam, dan terancam sanksi etik. (Foto: tangkapan layar) 
Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA – Polda Jawa Barat menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah tiga anggotanya terlibat perselisihan dengan seorang petugas keamanan (satpam) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Insiden yang viral di media sosial itu bermula dari sebuah mobil Toyota Alphard yang diduga menerobos lampu lalu lintas di pelican crossing dan berujung cekcok dengan satpam yang sedang mengamankan penyeberangan pejalan kaki.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan membenarkan bahwa tiga orang yang berada di dalam mobil tersebut merupakan anggota aktif Polda Jawa Barat.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada saudara Fictor, seorang satpam di kawasan Bundaran HI, atas tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh tiga anggota Polda Jawa Barat," kata Hendra, Sabtu (25/7/2026). 

Hendra menegaskan Polda Jabar menyesalkan tindakan anggotanya yang dinilai arogan dan tidak mencerminkan sikap seorang anggota Polri. Ia memastikan proses pemeriksaan internal telah dilakukan melalui Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam).

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula ketika sebuah Toyota Alphard bernomor polisi D 1828 XHQ melintas di kawasan pelican crossing depan Hotel Pullman, Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Berdasarkan rekaman CCTV yang kemudian viral di media sosial, saat lampu penyeberangan pejalan kaki menyala merah bagi kendaraan, sejumlah warga mulai menyeberang jalan. Di saat bersamaan, seorang satpam proyek MRT bernama Fictor Harefa membantu mengatur penyeberangan.

Namun, mobil Alphard tetap melaju melewati pelican crossing sehingga memotong jalur penyeberang. Melihat kondisi tersebut, Fictor memberi isyarat kepada pengemudi agar berhenti dan kemudian menghampiri kendaraan untuk memberikan teguran. 

Alih-alih menerima teguran, terjadi adu mulut antara satpam dengan tiga orang di dalam mobil. Perselisihan kemudian dibawa ke Pos Polisi Thamrin untuk dimediasi.

Satpam Mengaku Diintimidasi

Dalam video klarifikasi yang beredar, Fictor mengaku justru merasa tertekan saat proses mediasi berlangsung. Ia menyebut sempat diminta meminta maaf karena dianggap mengetuk kaca mobil tanpa hak.

Fictor juga mengaku khawatir kehilangan pekerjaannya setelah disebut akan dilaporkan kepada perusahaan vendor tempatnya bekerja. Karena merasa terpojok, ia akhirnya memilih meminta maaf hingga bersujud kepada para penumpang mobil tersebut.

Setelah keluar dari pos polisi, ia mengaku kembali dimarahi oleh sopir Alphard yang disebut sempat menarik kerah bajunya. Klaim tersebut menjadi perhatian publik dan memicu kritik luas di media sosial. 

Identitas Penumpang Alphard Terungkap

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu kemudian mengungkap bahwa tiga orang yang berada di dalam Toyota Alphard merupakan anggota Polda Jawa Barat.

Mereka terdiri atas seorang perwira dan dua anggota bintara. Informasi tersebut sekaligus mengakhiri spekulasi publik mengenai identitas para penumpang mobil mewah yang sempat viral. 

Polda Jabar: Sudah Diproses Propam

Polda Jawa Barat memastikan tidak akan mentoleransi tindakan yang mencoreng nama institusi. Selain menyampaikan permohonan maaf kepada korban, ketiga anggota tersebut kini menjalani pemeriksaan oleh Propam dan telah dikenai tindakan penempatan khusus (patsus) selama proses pemeriksaan etik berlangsung. 

Sementara itu, dugaan pelanggaran lalu lintas dalam insiden tersebut juga ditangani Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. 

Polda Jabar menegaskan seluruh proses akan dilakukan secara profesional dan transparan sesuai ketentuan disiplin serta kode etik Polri.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan dugaan pelanggaran lalu lintas sekaligus perilaku arogan aparat terhadap petugas keamanan yang tengah menjalankan tugas menjaga keselamatan pejalan kaki di salah satu titik tersibuk di Ibu Kota.

(berbagai sumber)