Lionel Messi Blak-blakan Ungkap Kelemahan Argentina Usai Lolos Dramatis ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Timnas Argentina memang berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Namun, kemenangan dramatis 3-2 atas Tanjung Verde di Stadion Hard Rock, Miami, Sabtu (5/7/2026) WIB, justru memunculkan evaluasi tajam dari sang kapten, Lionel Messi (dua dari kiri). (Foto: AFA)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID – Timnas Argentina memang berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Namun, kemenangan dramatis 3-2 atas Tanjung Verde di Stadion Hard Rock, Miami, Sabtu (5/7/2026) WIB, justru memunculkan evaluasi tajam dari sang kapten, Lionel Messi.

Megabintang berjuluk La Pulga itu mengakui performa Argentina jauh dari kata sempurna. Menurutnya, salah satu masalah terbesar yang dialami tim asuhan Lionel Scaloni adalah buruknya koordinasi saat melakukan pressing sehingga memberikan banyak ruang bagi lawan untuk mengembangkan permainan.

Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Meski berstatus unggulan, Argentina beberapa kali dibuat kerepotan menghadapi permainan disiplin dan agresif Tanjung Verde yang mampu memanfaatkan celah di lini tengah Albiceleste.

Messi menilai jarak antarlini yang terlalu renggang membuat rekan-rekannya kesulitan menekan lawan secara efektif.

"Menurut saya kami tidak bisa melakukan pressing dengan baik. Jarak antarlini kami terlalu jauh di beberapa momen," kata Messi seperti dikutip dari FIFA.

Akibat lemahnya tekanan tersebut, Tanjung Verde lebih leluasa mengalirkan bola dan bahkan mampu menguasai permainan dalam beberapa periode pertandingan. Argentina pun dipaksa bekerja ekstra keras untuk merebut kembali kendali laga.

"Saat ingin naik dari poros pertahanan, jaraknya terlalu jauh dengan bek tengah sehingga kami jadi terpecah. Mereka selalu punya satu pemain lebih karena kami tidak bisa menjaga duel dengan baik," ujarnya.

Messi menambahkan, kegagalan menjalankan pressing membuat Argentina harus menghabiskan banyak energi untuk mengejar bola.

"Karena itu mereka lebih sering menguasai bola dan membuat kami banyak berlari, karena pressing kami tidak berjalan sebagaimana mestinya," lanjut kapten berusia 39 tahun tersebut.

Dalam pertandingan itu, Messi membuka keunggulan Argentina lewat gol yang membangkitkan harapan pendukung Albiceleste. Namun, Tanjung Verde menunjukkan semangat pantang menyerah dengan mencetak gol penyeimbang sehingga pertandingan harus berlanjut hingga babak tambahan waktu.

Drama kembali terjadi pada extra time. Lisandro Martínez sempat membawa Argentina kembali unggul, tetapi Tanjung Verde lagi-lagi mampu menyamakan kedudukan melalui gol spektakuler Sidny Cabral yang membuat pertandingan semakin menegangkan.

Saat laga tampak akan menuju adu penalti, keberuntungan akhirnya berpihak kepada Argentina. Gol bunuh diri Diney Burgos pada menit ke-111 memastikan juara dunia tersebut menang 3-2 sekaligus mengamankan tiket ke babak 16 besar.

Selain ketajaman lini depan, Argentina juga berutang besar kepada penjaga gawang Emiliano Martínez. Kiper Aston Villa itu tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan krusial yang menggagalkan peluang emas Tanjung Verde dan menjaga asa timnya tetap hidup hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil ini membawa Argentina melangkah ke fase gugur berikutnya. Namun, evaluasi yang disampaikan Messi menjadi sinyal bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi sebelum menghadapi lawan berikutnya.

Di babak 16 besar, Argentina dijadwalkan bertemu Mesir yang lebih dahulu memastikan kelolosan setelah menyingkirkan Australia melalui drama adu penalti. Duel kedua tim akan berlangsung di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, pada Selasa (7/7/2026) waktu setempat.

Laga tersebut diprediksi berlangsung ketat mengingat Mesir tengah berada dalam tren positif, sementara Argentina dituntut memperbaiki organisasi permainan agar mampu mempertahankan peluang mereka dalam perburuan gelar Piala Dunia 2026.

(Sumber: FIFA)