Rekor 20 Tahun Berakhir, tak Ada Wakil Asia di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Perjalanan negara-negara Asia di Piala Dunia 2026 resmi berakhir. Australia menjadi wakil terakhir Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang tersingkir setelah kalah dramatis dari Mesir pada babak 32 besar sehingga tidak ada lagi tim Asia yang bertahan di turnamen paling bergengsi tersebut. (Foto ilustrasi: Gebrak.id/AI) 
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID – Piala Dunia 2026 menghadirkan catatan yang kurang menggembirakan bagi sepak bola Asia. Setelah dua dekade selalu memiliki wakil di fase gugur, untuk pertama kalinya sejak 2006 tidak ada satu pun tim Asia yang berhasil menembus babak 16 besar.

Harapan terakhir Benua Kuning pupus setelah Jepang dan Australia sama-sama tersingkir di babak 32 besar. Hasil tersebut mengakhiri perjalanan seluruh kontestan Asia pada turnamen yang untuk pertama kalinya diikuti 48 negara.

Pada edisi 2026, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengirim sembilan wakil ke putaran final. Mereka adalah Jepang, Australia, Korea Selatan, Iran, Qatar, Irak, Arab Saudi, Yordania, dan Uzbekistan.

Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah keikutsertaan Asia di Piala Dunia, seiring bertambahnya peserta turnamen dari 32 menjadi 48 tim. Namun, kuantitas itu belum mampu berbanding lurus dengan prestasi di lapangan.

JANGAN TERLEWATKAN Wakil Asia Habis di Piala Dunia 2026, Australia Susul Jepang Angkat Koper  

Sejak fase grup dimulai, sejumlah wakil Asia sebenarnya sempat menunjukkan performa menjanjikan. Tim debutan Yordania dan Uzbekistan bahkan mampu mencuri perhatian pada pertandingan-pertandingan awal dengan hasil positif.

Namun, konsistensi menjadi persoalan utama. Memasuki laga-laga penentuan, satu per satu wakil Asia mulai kehilangan peluang untuk melaju ke babak berikutnya.

Qatar, Arab Saudi, Irak, Yordania, dan Uzbekistan harus puas menempati posisi juru kunci di grup masing-masing. Sementara itu, Korea Selatan dan Iran gagal mengamankan tiket melalui jalur peringkat ketiga terbaik sehingga langkah mereka juga terhenti lebih awal.

Hanya Jepang dan Australia yang berhasil lolos ke babak 32 besar, sebuah fase baru yang diperkenalkan FIFA dalam format Piala Dunia 2026. Sebelumnya, turnamen langsung memasuki babak 16 besar setelah fase grup. Sayangnya, perjalanan kedua negara tersebut tidak berlangsung lama.

Jepang harus mengakui keunggulan Brasil setelah kalah tipis 1-2 dalam pertandingan yang berlangsung ketat. Sementara Australia dipaksa mengakhiri perjuangan mereka setelah kalah dramatis dari Mesir melalui adu penalti dengan skor 2-4, setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu.

Kegagalan Jepang dan Australia sekaligus mengakhiri tradisi panjang Asia yang selalu memiliki wakil di fase knockout sejak Piala Dunia 2010, jika menggunakan format lama, atau setara dengan babak 16 besar pada format baru. Terakhir kali seluruh wakil Asia gagal mencapai fase tersebut terjadi pada Piala Dunia 2006 di Jerman.

Sejak saat itu, negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Australia menjadi langganan tampil di babak gugur. Bahkan, beberapa di antaranya mampu menciptakan kejutan dengan menyingkirkan tim-tim unggulan dunia.

Meski demikian, pencapaian terbaik Asia di Piala Dunia hingga kini masih menjadi milik Korea Selatan. Saat menjadi tuan rumah bersama Jepang pada Piala Dunia 2002, Taegeuk Warriors berhasil melaju hingga semifinal sebelum akhirnya finis di posisi keempat usai kalah 2-3 dari Turki pada laga perebutan tempat ketiga.

Hasil di Piala Dunia 2026 menjadi bahan evaluasi penting bagi sepak bola Asia. Dengan jatah peserta yang semakin besar, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar meloloskan banyak tim ke putaran final, tetapi juga meningkatkan kualitas agar mampu bersaing lebih jauh di fase gugur dan mengulang, bahkan melampaui, prestasi terbaik yang pernah dicapai pada edisi-edisi sebelumnya.

(Sumber: FIFA)