GEBRAK.ID, JAKARTA – Pemerintah kembali memperluas kesempatan bagi putra-putri Indonesia yang ingin menempuh pendidikan di perguruan tinggi terbaik dunia. Melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), pemerintah resmi menambah 14 universitas unggulan internasional sebagai tujuan prioritas Beasiswa LPDP khusus bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia, terutama dalam mendukung pengembangan berbagai sektor industri strategis nasional yang membutuhkan tenaga ahli berdaya saing global.
Kepala Sub Divisi Komunikasi LPDP, Risqi Sita Novanti, mengatakan penambahan daftar universitas tersebut melengkapi 17 kampus unggulan dunia yang sebelumnya telah menjadi tujuan prioritas penerima beasiswa LPDP.
"Kalau dulu cuma ada 17 universitas unggul. Sekarang ditambahkan lagi 14 universitas lainnya untuk bidang STEM," ujar Risqi dalam diskusi di Jakarta Kreatif Festival, Minggu (5/7/2026).
Dukung Delapan Industri Strategis Nasional
Menurut Risqi, perluasan daftar universitas prioritas bukan sekadar menambah pilihan kampus, tetapi juga disesuaikan dengan arah pembangunan nasional.
Pemerintah saat ini memprioritaskan pengembangan talenta yang mampu berkontribusi pada delapan sektor industri strategis, seperti ketahanan pangan, hilirisasi industri, transformasi digital, ekonomi kreatif, energi, hingga sektor-sektor yang menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.
"Sekarang untuk prioritas kita harus mendukung program prioritas nasional supaya selaras untuk mendukung delapan industri strategis seperti ketahanan pangan, ekonomi kreatif, industrialisasi," jelasnya.
Dengan kebijakan tersebut, diharapkan lulusan penerima beasiswa LPDP dapat membawa ilmu pengetahuan dan inovasi yang relevan untuk mempercepat pembangunan nasional setelah menyelesaikan studi.
Daftar Kampus Terbaik yang Menjadi Prioritas
Sebelumnya, LPDP telah menetapkan 17 universitas unggulan dunia sebagai tujuan prioritas untuk berbagai bidang studi.
Beberapa di antaranya adalah University of Oxford, University of Cambridge, Imperial College London, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Stanford University, Harvard University, Princeton University, University of California Berkeley, California Institute of Technology (Caltech), Cornell University, Johns Hopkins University, University of Tokyo, hingga Tsinghua University.
Kini, daftar tersebut diperluas dengan tambahan 14 universitas terbaik dunia yang difokuskan untuk bidang STEM, yaitu:
* Peking University
* The University of Hong Kong
* National University of Singapore (NUS)
* Nanyang Technological University (NTU)
* Paris-Saclay University
* École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL)
* ETH Zurich
* University of Toronto
* Yale University
* University of Chicago
* University of Michigan
* Columbia University
* University of Pennsylvania
* University of California Los Angeles (UCLA)
Keempat belas kampus tersebut dikenal memiliki reputasi internasional yang kuat, khususnya dalam bidang sains, teknologi, rekayasa, serta inovasi.
Tak Hanya STEM Murni
Risqi menegaskan bahwa prioritas LPDP tidak hanya diberikan kepada program studi STEM murni.
Pemerintah juga membuka peluang bagi bidang-bidang yang memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan nasional, seperti hukum, ekonomi, kebijakan publik, hingga administrasi publik.
"Mayoritas kita prioritaskan untuk bidang STEM, yaitu science, technology, engineering, mathematics. Dan juga STEM related seperti law, economics, public policy dan public administration," katanya.
Menurut LPDP, perluasan daftar universitas unggulan ini diharapkan memberikan lebih banyak pilihan bagi calon penerima beasiswa sekaligus meningkatkan kualitas lulusan Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.
Selain memperluas akses pendidikan ke kampus-kampus terbaik dunia, kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang pemerintah dalam menyiapkan SDM unggul yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi, industri, dan ekonomi pada masa mendatang.
(Sumber: LPDP)
