Memanas! Apple Tuduh OpenAI Curi Rahasia Dagang Perusahaan AI

Hubungan Apple dan OpenAI yang sebelumnya terjalin erat dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) kini memasuki babak baru. Apple resmi menggugat OpenAI dengan tuduhan mencuri rahasia dagang perusahaan untuk mendukung pengembangan bisnis perangkat keras berbasis AI. (Foto: Pixabay)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID – Hubungan Apple dan OpenAI yang sebelumnya terjalin erat dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) kini memasuki babak baru. Apple resmi menggugat OpenAI dengan tuduhan mencuri rahasia dagang perusahaan untuk mendukung pengembangan bisnis perangkat keras berbasis AI.

Gugatan tersebut diajukan ke pengadilan pada Jumat (10/7/2026) waktu setempat. Apple menuduh OpenAI merekrut sejumlah mantan karyawan perusahaan dan memperoleh informasi rahasia yang berkaitan dengan teknologi, desain produk, hingga proses pengembangan perangkat yang belum pernah dirilis ke publik.

Dalam pernyataan resminya, Apple menyebut telah menemukan bukti yang menunjukkan adanya dugaan pengambilan informasi rahasia secara tidak sah oleh individu yang kini bekerja di OpenAI.

"Baru-baru ini, muncul bukti signifikan yang menunjukkan bahwa individu yang bekerja di OpenAI secara tidak sah mengambil informasi rahasia dan bersifat pribadi milik Apple terkait teknologi, proses, dan produk kami yang belum dirilis," ujar juru bicara Apple.

Apple menegaskan perlindungan terhadap kekayaan intelektual menjadi prioritas utama perusahaan.

"Tim kami terus mengembangkan teknologi terobosan untuk menciptakan produk dan layanan terbaik di dunia, dan melindungi pekerjaan serta kekayaan intelektual mereka adalah sesuatu yang kami anggap sangat serius," lanjut pernyataan tersebut.

OpenAI Bantah Ambil Rahasia Dagang

Menanggapi gugatan itu, juru bicara OpenAI, Drew Pusateri, mengatakan pihaknya tengah mempelajari dokumen gugatan yang telah diajukan Apple.

"Kami tidak tertarik pada rahasia dagang perusahaan-perusahaan lain," kata Pusateri.

Ia menambahkan bahwa OpenAI tetap berfokus mengembangkan teknologi kecerdasan buatan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

"Kami tetap fokus membangun teknologi inovatif yang memberdayakan orang-orang di mana pun."

Gugatan ini menjadi titik balik hubungan dua perusahaan teknologi tersebut. Pada 2024, Apple dan OpenAI sempat menjalin kemitraan strategis dengan menghadirkan ChatGPT ke dalam sistem operasi iPhone, iPad, dan Mac sebagai bagian dari pengembangan fitur Apple Intelligence.

Namun, dinamika hubungan keduanya mulai berubah ketika Apple memperkenalkan pembaruan Siri yang justru memanfaatkan model AI Gemini milik Google sebagai salah satu teknologi pendukung.

Soroti Akuisisi Startup Jony Ive

Ketegangan antara kedua perusahaan juga disebut meningkat setelah OpenAI mengakuisisi startup perangkat keras io Products yang didirikan mantan kepala desain Apple, Jony Ive, dengan nilai sekitar 6,4 miliar dolar AS.

Dalam dokumen gugatan, Apple menyebut bisnis perangkat keras OpenAI dibangun di atas fondasi yang diperoleh secara tidak sah melalui dugaan penyalahgunaan rahasia dagang perusahaan.

Apple juga menyoroti keterlibatan sejumlah mantan pegawainya yang kini bekerja di OpenAI.

Salah satunya adalah Tang Yew Tan, mantan Wakil Presiden Apple yang kini memimpin divisi perangkat keras OpenAI. Apple menuduh Tan membawa informasi terkait pemasok perusahaan serta mendorong kandidat yang masih bekerja di Apple untuk memperlihatkan komponen asli Apple saat proses wawancara kerja.

Selain itu, mantan karyawan Apple lainnya, Chang Liu, disebut diduga membawa laptop perusahaan ketika keluar dari Apple. Dalam gugatan disebutkan Liu memanfaatkan celah autentikasi untuk mengakses jaringan internal dan mengunduh puluhan dokumen rahasia yang berkaitan dengan pengembangan perangkat keras.

Apple meminta pengadilan memberikan ganti rugi atas dugaan kerugian yang dialami perusahaan. Selain itu, Apple juga meminta hakim mengeluarkan perintah agar OpenAI dilarang memiliki maupun menggunakan informasi yang diklaim sebagai rahasia dagang perusahaan.

Hingga kini, tuduhan yang diajukan Apple masih merupakan bagian dari proses hukum dan belum diputuskan oleh pengadilan. OpenAI juga belum memberikan tanggapan lebih lanjut di luar pernyataan resminya.

(Sumber: The Guardian)