Meski Sudah Tersingkir, Bruno Fernandes Yakin Portugal Masih Layak Jadi Juara Dunia

Langkah Timnas Portugal di Piala Dunia 2026 harus terhenti setelah takluk 0-1 dari Spanyol pada babak 16 besar. Meski gagal melangkah lebih jauh, gelandang Bruno Fernandes menegaskan timnya tidak boleh kehilangan keyakinan untuk suatu hari nanti meraih gelar juara dunia. (Foto: FIFA/AFP)
Editor: Damar Pratama 

GEBRAK.ID – Langkah Timnas Portugal di Piala Dunia 2026 harus terhenti setelah takluk 0-1 dari Spanyol pada babak 16 besar. Meski gagal melangkah lebih jauh, gelandang Bruno Fernandes menegaskan timnya tidak boleh kehilangan keyakinan untuk suatu hari nanti meraih gelar juara dunia.

Portugal datang ke turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan membawa skuad bertabur bintang. Dipimpin Cristiano Ronaldo, Selecao juga diperkuat nama-nama seperti Bernardo Silva, Bruno Fernandes, Ruben Dias, Vitinha, Joao Neves, hingga Nuno Mendes.

Namun, harapan mengangkat trofi Piala Dunia untuk pertama kalinya harus pupus setelah gol tunggal Spanyol mengakhiri perjalanan mereka di fase gugur.

"Tentu kami sedih. Kami datang ke sini dengan satu tujuan, yaitu menjadi juara dunia. Tidak mungkin kami merasa puas setelah gagal mencapainya. Saya tetap yakin tim ini punya kualitas untuk menjuarai turnamen, tetapi kami tidak boleh kehilangan keyakinan," ujar Bruno Fernandes seperti dikutip dari laman resmi FIFA, Rabu (8/7/2026).

Kekalahan tersebut memperpanjang penantian Portugal untuk meraih gelar Piala Dunia. Dari sembilan kali tampil di putaran final, prestasi terbaik mereka masih berupa peringkat ketiga yang diraih pada debut di edisi 1966.

Bek tengah Ruben Dias juga mengaku kecewa karena Portugal sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit kepada Spanyol.

"Kami sudah memberikan segalanya, tetapi itu belum cukup. Ini salah satu pertandingan paling ketat melawan Spanyol sejak saya bergabung di tim nasional. Kami memiliki beberapa peluang, tetapi gagal mencetak gol. Sayangnya keberuntungan tidak berpihak kepada kami," kata Ruben Dias.

Laga kontra Spanyol juga menjadi momen emosional karena menandai penampilan terakhir Cristiano Ronaldo di panggung Piala Dunia. Sebelum turnamen dimulai, kapten Portugal itu telah memastikan edisi 2026 menjadi penampilan terakhirnya di kompetisi paling bergengsi tersebut.

Ronaldo mengakhiri perjalanan panjangnya di Piala Dunia dengan torehan tiga gol sepanjang turnamen. Penyerang berusia 41 tahun itu juga menorehkan sejarah sebagai pemain pertama yang mampu mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia berbeda, sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak Portugal sepanjang sejarah turnamen tersebut.

"Begitulah hidup seorang pesepak bola. Kadang menang, kadang kalah. Ini memang Piala Dunia terakhir saya. Sekarang saya ingin menghabiskan waktu bersama keluarga sebelum mengambil keputusan apa pun," ujar Ronaldo.

Meski gagal memenuhi target menjadi juara dunia, Portugal masih memiliki alasan untuk optimistis. Sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2030, mereka diperkirakan tetap diperkuat sebagian besar pemain inti saat ini, ditambah hadirnya talenta muda yang mulai bermunculan, termasuk generasi yang sukses menjuarai Piala Dunia U-17 2025.

Dengan fondasi tersebut, Selecao diyakini memiliki peluang untuk kembali menjadi penantang serius ketika tampil di hadapan publik sendiri pada Piala Dunia 2030.

(Sumber: FIFA)