Pelajar Indonesia Raih 4 Medali di Olimpiade Kimia Dunia 2026, Borong 3 Perak dan 1 Perunggu

Empat siswa binaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sukses membawa pulang tiga medali perak dan satu medali perunggu pada ajang The 58th International Chemistry Olympiad (IChO) 2026 yang digelar di Tashkent, Uzbekistan. (Foto: Humas Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID, JAKARTA -- Talenta muda Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di panggung internasional. Empat siswa binaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sukses membawa pulang tiga medali perak dan satu medali perunggu pada ajang The 58th International Chemistry Olympiad (IChO) 2026 yang digelar di Tashkent, Uzbekistan.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan talenta sains Indonesia terus menunjukkan hasil positif. Kompetisi bergengsi yang berlangsung pada 19 Juli 2026 itu diikuti sekitar 95 negara dengan peserta terbaik dari berbagai belahan dunia.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan apresiasi atas capaian para delegasi Indonesia.

"Selamat kepada adik-adik yang meraih tiga medali perak dan satu medali perunggu pada ajang IChO. Raihan prestasi ini merupakan hasil dari proses pembinaan berkelanjutan yang dilakukan oleh Kemendikdasmen," ujar Irene dalam siaran pers Kemendikdasmen, Rabu (22/7/2026).

Tiga medali perak dipersembahkan oleh Renault Tjandera dari SMAS Santa Laurensia Banten, Muhammad Arya Razan dari MAN Insan Cendekia Serpong Banten, serta Aloysius Gonzaga Duta Setyawan dari SMA Kesatuan Bangsa Daerah Istimewa Yogyakarta. Sementara satu medali perunggu berhasil diraih Ahmad Kautsar Al Ramadhani dari MAN 2 Kota Malang, Jawa Timur.

Setibanya di Tanah Air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (20/7/2026), Muhammad Arya Razan mengaku bersyukur atas pencapaiannya setelah melalui proses seleksi dan pembinaan yang panjang.

"Alhamdulillah bisa membawa pulang medali untuk Indonesia. Perjalanan menuju IChO tidak mudah, tetapi semua proses itu menjadi pengalaman yang sangat berharga. Saya berharap prestasi ini bisa memotivasi teman-teman lain untuk terus belajar dan berani bersaing di tingkat dunia," ujar Arya.

Head Mentor Tim IChO Indonesia 2026, Deana Wahyuningrum, mengatakan hasil tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan edisi sebelumnya.

Menurut Deana, Indonesia berhasil menempati peringkat ke-28 dunia dengan raihan tiga medali perak dan satu perunggu. Pada IChO tahun sebelumnya, Indonesia membawa pulang dua medali perak dan dua medali perunggu. "Peningkatan ini menjadi modal yang sangat baik untuk menghadapi IChO tahun depan di Taiwan. Anak-anak telah menunjukkan kemampuan akademik, daya juang, dan semangat belajar yang luar biasa," ujarnya.

Keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari dukungan sekolah, para mentor, serta keluarga yang mendampingi para peserta sejak proses seleksi nasional hingga tampil di kompetisi internasional.

Guru Kimia MAN Insan Cendekia Serpong, Sartini Subaryatun, mengungkapkan bahwa keberhasilan Arya merupakan buah dari pembinaan yang dilakukan secara konsisten sejak bangku SMP.

"Perjuangannya cukup panjang. Arya sudah mengikuti berbagai kompetisi sejak SMP, kemudian menekuni bidang kimia di MAN Insan Cendekia Serpong hingga berhasil meraih medali emas OSN dan lolos pembinaan nasional. Kami sangat bangga melihatnya mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional," kata Sartini.

Rasa bangga juga disampaikan ayah Arya, Syaiful Rochman. Ia mengaku seluruh keluarga selalu memberikan dukungan penuh selama putranya menjalani proses pembinaan hingga akhirnya berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang dunia.

"Kami sebagai orang tua selalu mendukung dan mendoakan yang terbaik. Alhamdulillah perjuangan Arya membuahkan hasil. Terima kasih kepada Kemendikdasmen melalui Puspresnas, para pembina, dan sekolah yang telah mendampingi seluruh proses pembinaan hingga kompetisi internasional," ujar Syaiful.

Kemendikdasmen berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi semakin banyak pelajar Indonesia untuk mendalami ilmu sains dan berani bersaing di tingkat global. Pembinaan talenta melalui Puspresnas juga akan terus diperkuat agar prestasi Indonesia pada berbagai olimpiade internasional semakin meningkat di masa mendatang.

(Sumber: Kemendikdasmen)