GEBRAK.ID, LONDON – Langkah pasangan Indonesia Janice Tjen/Aldila Sutjiadi di nomor ganda putri Wimbledon 2026 harus terhenti pada babak kedua. Bertanding di All England Club, London, Sabtu (4/7/2026), keduanya menyerah dalam pertarungan ketat melawan pasangan Marta Kostyuk/Elena-Gabriela Ruse dengan skor 4-6, 6-7(8).
Duel yang berlangsung selama 1 jam 49 menit itu menyuguhkan pertandingan berintensitas tinggi. Janice dan Aldila beberapa kali mampu bangkit dari tekanan, bahkan berhasil menggagalkan sejumlah match point pada set kedua. Namun, mereka akhirnya harus mengakui keunggulan lawan setelah kalah dramatis pada tie-break.
Hasil tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan pasangan Merah Putih di sektor ganda putri Wimbledon tahun ini. Meski demikian, Aldila Sutjiadi masih memiliki peluang melangkah lebih jauh di nomor ganda campuran.
Sempat Awali Laga dengan Meyakinkan
Janice dan Aldila memulai pertandingan dengan penuh percaya diri. Mereka langsung merebut dua gim pertama sehingga unggul 2-0 atas pasangan unggulan tersebut.
Namun, momentum perlahan berubah. Kostyuk dan Ruse mampu meningkatkan agresivitas permainan dari baseline sekaligus memanfaatkan beberapa kesalahan lawan untuk merebut lima gim secara beruntun.
Pasangan Indonesia sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 4-5 dan berusaha memperpanjang napas di set pembuka. Akan tetapi, pasangan Ukraina-Rumania itu tetap mampu menjaga konsistensi hingga menutup set pertama dengan kemenangan 6-4.
Bangkit pada Set Kedua
Memasuki set kedua, Janice dan Aldila kembali menghadapi tekanan. Lawan langsung mematahkan servis sehingga unggul cepat 3-0.
Situasi tersebut tidak membuat pasangan Indonesia kehilangan semangat. Mereka mampu bangkit dengan permainan yang lebih disiplin, menyamakan skor menjadi 3-3, bahkan berbalik memimpin 4-3.
Pertandingan kemudian berlangsung sangat ketat. Kedua pasangan saling mempertahankan servis dan terus bergantian menciptakan tekanan.
Momen paling menegangkan terjadi saat Kostyuk dan Ruse memimpin 5-4. Pada gim tersebut, pasangan Indonesia menghadapi beberapa peluang match point. Berkat mental bertanding yang kuat, Janice dan Aldila berhasil menggagalkan seluruh kesempatan itu dan memaksakan skor kembali imbang 5-5.
Set kedua akhirnya harus ditentukan melalui tie-break. Janice dan Aldila sempat berada dalam posisi menguntungkan sebelum lawan mampu mengejar hingga skor sama kuat 8-8.
Dua poin terakhir menjadi milik Kostyuk dan Ruse. Mereka menutup tie-break dengan kemenangan 10-8 sekaligus memastikan tiket ke babak berikutnya.
Statistik Tunjukkan Duel Berimbang
Meski kalah, statistik pertandingan menunjukkan Janice dan Aldila mampu memberikan perlawanan yang seimbang.
Pasangan Indonesia mencatat akurasi servis pertama sebesar 63 persen setelah memasukkan 49 dari 78 percobaan. Angka tersebut lebih baik dibandingkan Kostyuk dan Ruse yang hanya mencatat 55 persen atau 46 servis pertama masuk dari 83 percobaan.
Tak hanya itu, Janice dan Aldila juga tampil lebih bersih sepanjang pertandingan. Mereka hanya melakukan sembilan unforced error, sedangkan lawan membukukan 14 kesalahan sendiri.
Perbedaan justru terlihat pada efektivitas penyelesaian poin-poin penting. Kostyuk dan Ruse berhasil mengumpulkan total 83 poin, unggul tipis atas Janice dan Aldila yang mengoleksi 78 poin.
Aldila Masih Lanjut Berjuang
Kekalahan ini juga melengkapi berakhirnya perjalanan Janice Tjen di Wimbledon 2026 setelah sebelumnya tersingkir pada babak kedua nomor tunggal putri.
Sementara itu, harapan Indonesia di ajang Grand Slam lapangan rumput paling bergengsi tersebut masih bertumpu pada Aldila Sutjiadi. Petenis spesialis ganda itu telah memastikan tempat di babak 16 besar nomor ganda campuran bersama pasangan asal Argentina, Guido Andreozzi.
Peluang Aldila untuk melangkah lebih jauh masih terbuka. Pengalaman panjangnya di level Grand Slam menjadi modal penting untuk terus menjaga asa membawa Indonesia mencatat prestasi di Wimbledon 2026. (*)
