GEBRAK.ID – Penantian panjang Muhammad Rifqi Fitriadi untuk kembali mengangkat trofi tunggal akhirnya berakhir. Petenis terbaik Indonesia itu sukses menjuarai turnamen ITF M15 Wuning 2026 di China setelah tampil impresif sepanjang kompetisi dan memastikan gelar juara pada partai final yang digelar Minggu (5/7/2026).
Rifqi menutup turnamen dengan kemenangan meyakinkan atas petenis Rusia, Amirkhamza Nasridinov, dalam dua set langsung, 6-3, 6-3. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri puasa gelar tunggal yang telah berlangsung hampir tiga tahun sejak terakhir kali menjadi juara di ajang Harum Energy Men's World Tennis Tour seri ketiga di Jakarta pada 2023.
Keberhasilan di Wuning terasa semakin istimewa karena menjadi gelar tunggal kedua Rifqi di level ITF World Tennis Tour sepanjang karier profesionalnya.
"Saya sudah dua minggu di sini. Minggu pertama kemarin kalah di babak pertama, terus sekarang minggu kedua bisa ambil titel, bisa ambil juara. Ini tunggal titel pertama setelah juara di Jakarta tahun 2023," ujar Rifqi dikutip dari Antara.
Perjalanan menuju podium juara pun tidak ditempuh dengan mudah. Sebagai unggulan kelima, Rifqi justru menunjukkan konsistensi luar biasa. Sejak babak pertama hingga partai final, petenis berusia 27 tahun itu tidak kehilangan satu set pun, sebuah catatan yang mencerminkan dominasinya sepanjang turnamen.
Penampilan solid tersebut menjadi sinyal positif bahwa Rifqi kembali menemukan performa terbaiknya setelah melewati periode yang cukup panjang tanpa gelar.
Menurut Rifqi, faktor terbesar di balik kebangkitan performanya bukan semata-mata peningkatan teknik atau fisik, melainkan kesiapan mental ketika menghadapi tekanan pertandingan.
"Untuk saya sendiri lebih condong ke pendekatan mental karena memang 80 persen pertandingan tenis yang kita mainkan sebenarnya dari mental atau dari pikiran," kata Rifqi.
Ia menilai kemampuan mengendalikan pikiran menjadi kunci utama agar dapat menikmati setiap pertandingan tanpa terbebani hasil akhir. "Kalau mentalnya kita bisa meng-handle, bisa enjoy every point, every match, pasti hasilnya akan ada," lanjutnya.
Pendekatan tersebut terbukti efektif. Rifqi mampu bermain lebih tenang pada setiap pertandingan, termasuk saat menghadapi tekanan di babak final. Ia juga mengaku kini lebih menikmati setiap kesempatan bertanding dibanding terlalu memikirkan hasil yang harus diraih.
"Terlepas juara dan tidak pun saya tetap enjoy untuk mengikuti turnamen men's feature sekarang. Pasti ada target tersendiri saya dan tim untuk selalu bisa tampil maksimal, namun kami juga tak bisa memungkiri bahwa badan atlet juga kadang butuh istirahat," ujarnya.
Rasa syukur pun tak dapat disembunyikan setelah akhirnya kembali merasakan atmosfer menjadi juara. "Jadi sekarang sangat bersyukur banget bisa juara lagi setelah hampir tiga tahun," tegas Rifqi.
Gelar di Wuning tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga membawa dampak positif terhadap kepercayaan dirinya menjelang agenda besar yang telah menanti. Rifqi menyebut keberhasilan ini menjadi bekal penting untuk menghadapi Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, pada September mendatang.
"Ini jadi modal yang sangat baik untuk persiapan ke Asian Games," kata Rifqi.
Turnamen ITF World Tennis Tour merupakan salah satu jalur penting bagi para petenis profesional untuk mengumpulkan poin peringkat dunia sekaligus meningkatkan pengalaman bertanding di level internasional. Karena itu, keberhasilan Rifqi menjadi juara di China memberi sinyal positif bagi perkembangan tenis Indonesia, terutama menjelang berbagai kejuaraan bergengsi tingkat Asia.
Dengan kepercayaan diri yang kembali tumbuh dan performa yang semakin stabil, Rifqi Fitriadi kini memiliki peluang besar untuk melanjutkan tren positifnya sekaligus membawa prestasi bagi Indonesia di panggung internasional.
(Sumber: Antara)
