![]() |
| Pos Indonesia merombak jajaran direksi. M. Iskandar Kunaefi ditunjuk sebagai Direktur Utama, disertai perubahan struktur organisasi. ( Foto: ist) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,JAKARTA – PT Pos Indonesia (Persero) resmi melakukan perombakan jajaran direksi. Dalam keputusan pemegang saham yang ditetapkan pada 15 Juli 2026, M. Iskandar Kunaefi dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama menggantikan Daud Joseph, yang mengundurkan diri efektif sejak 30 Juni 2026.
Pergantian pucuk pimpinan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan efektivitas organisasi di tengah transformasi bisnis yang terus dijalankan Pos Indonesia.
Selain menunjuk direktur utama baru, pemegang saham juga menyetujui perubahan struktur organisasi dengan memisahkan fungsi keuangan dan manajemen risiko yang sebelumnya berada dalam satu direktorat.
Jabatan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko resmi diubah menjadi Direktur Keuangan, sementara perusahaan membentuk posisi baru yakni Direktur Manajemen Risiko sebagai bagian dari penguatan sistem pengelolaan risiko perusahaan.
Dalam perubahan tersebut, Fathul Anwar, yang sebelumnya menjabat Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, kini dipercaya mengemban tugas sebagai Direktur Keuangan.
Penguatan Tata Kelola Perusahaan
Pemisahan fungsi keuangan dan manajemen risiko dinilai sejalan dengan praktik Good Corporate Governance (GCG) yang diterapkan di berbagai badan usaha milik negara (BUMN). Dengan adanya direktorat khusus yang menangani manajemen risiko, perusahaan diharapkan mampu mengidentifikasi, mengukur, dan mengendalikan berbagai risiko bisnis secara lebih optimal.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pos Indonesia memperkuat daya saing di tengah perubahan industri logistik, layanan kurir, serta transformasi digital yang semakin cepat.
Sebagai salah satu BUMN tertua di Indonesia, Pos Indonesia saat ini terus memperluas layanan logistik, distribusi, jasa keuangan, hingga dukungan terhadap ekosistem perdagangan elektronik (e-commerce). Perusahaan juga memperkuat digitalisasi layanan guna meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Fokus Transformasi Bisnis
Di bawah kepemimpinan baru, Pos Indonesia diperkirakan akan melanjutkan agenda transformasi perusahaan yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Fokus utama mencakup peningkatan efisiensi operasional, pengembangan bisnis logistik nasional, digitalisasi layanan, serta penguatan tata kelola perusahaan.
Perubahan susunan direksi diharapkan mampu mempercepat adaptasi perusahaan terhadap dinamika industri logistik yang semakin kompetitif sekaligus mendukung peran Pos Indonesia sebagai salah satu tulang punggung layanan distribusi nasional.
Hingga pengumuman tersebut disampaikan, perusahaan belum merinci target bisnis baru maupun susunan lengkap direksi hasil keputusan pemegang saham. Namun, restrukturisasi organisasi ini menjadi sinyal penguatan fondasi manajemen dalam menghadapi tantangan bisnis ke depan.
Perombakan direksi tersebut efektif berlaku sesuai keputusan pemegang saham yang ditandatangani pada 15 Juli 2026.
( berbagai sumber)
