Presiden AS Donald Trump Desak Israel Tarik Pasukan dari Suriah dan Lebanon, Khawatir Picu Konflik Lebih Luas

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan meminta Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mulai menarik pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon. (Foto: Anadolu)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan meminta Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mulai menarik pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon. Permintaan itu disampaikan karena Washington menilai keberadaan militer Israel di kedua negara berpotensi memicu ketegangan baru di kawasan Timur Tengah.

Laporan tersebut diungkap media Amerika Serikat, Axios, pada Selasa (14/7/2026) waktu setempat, dengan mengutip sejumlah pejabat AS dan Israel yang mengetahui isi pembicaraan kedua pemimpin. Menurut laporan itu, Trump menyampaikan pandangannya saat berbicara melalui sambungan telepon dengan Netanyahu pekan lalu.

Presiden AS menilai kehadiran Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) di wilayah Suriah justru berisiko memperbesar konflik yang saat ini masih berlangsung di kawasan.

Trump disebut meminta pemerintah Israel mulai mempertimbangkan penarikan pasukan secara bertahap dari Suriah maupun Lebanon demi meredakan situasi keamanan.

Netanyahu Minta Zona Keamanan

Di sisi lain, Netanyahu mempertahankan pandangan bahwa keberadaan militer Israel di wilayah perbatasan masih diperlukan untuk melindungi keamanan negaranya.

"Perdana Menteri, di pihaknya, menyampaikan perlunya zona keamanan di sepanjang perbatasan Israel," demikian pernyataan Kantor Perdana Menteri Israel seperti dikutip Axios.

Percakapan tersebut berlangsung sehari setelah Trump bertemu Presiden Transisi Suriah Ahmed al-Sharaa. Pemerintahan AS diketahui tengah berupaya mendorong tercapainya kesepakatan keamanan baru antara Israel dan Suriah guna menurunkan eskalasi di kawasan.

Upaya itu dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di Suriah selatan, di mana dalam beberapa waktu terakhir terjadi aksi protes warga terhadap kehadiran pasukan Israel yang berujung bentrokan.

Israel Pertahankan Kehadiran Militernya

Sementara itu, pemerintah Israel tetap berpegang pada kebijakan mempertahankan pasukannya di sejumlah wilayah strategis.

Benjamin Netanyahu bersama Menteri Pertahanan Israel Katz sebelumnya menegaskan bahwa kehadiran militer Israel di zona penyangga di Lebanon, Suriah, dan Jalur Gaza merupakan bagian dari strategi keamanan nasional.

Menurut mereka, langkah tersebut bertujuan mencegah penyusupan kelompok bersenjata ke wilayah Israel seperti yang terjadi dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Sejak peristiwa itu, Israel memperketat pengamanan di sejumlah wilayah perbatasan dan memperluas operasi militernya dengan alasan menjaga keamanan nasional.

Meski demikian, kehadiran pasukan Israel di Suriah dan Lebanon terus menjadi perhatian komunitas internasional karena dikhawatirkan dapat memperluas konflik yang telah berlangsung di Timur Tengah.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih maupun pemerintah Israel mengenai kemungkinan penarikan pasukan sebagaimana dilaporkan Axios.

(Sumber: Axios/Sputnik)