Putri KW Tantang Pemain Elite China Wang Zhi Yi di Perempat Final Japan Open 2026, Siap Tampil Mati-matian

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardhani saat tampil di 16 besar Japan Open 2026 di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Kamis (16/7/2026). (Foto: PBSI)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA – Tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardhani memastikan diri melangkah ke perempat final Japan Open 2026 usai menampilkan permainan meyakinkan. Kini, tantangan yang jauh lebih berat sudah menanti, yakni menghadapi pebulu tangkis elite China, Wang Zhi Yi.

Laga perempat final akan berlangsung di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Jumat (17/7/2026). Putri mengaku siap mengerahkan seluruh kemampuan demi meraih tiket ke semifinal, meski menyadari lawannya merupakan salah satu pemain terbaik dunia saat ini.

Menurut Putri, menghadapi Wang Zhi Yi membutuhkan kesiapan mental yang sama pentingnya dengan kemampuan teknis di lapangan. Pebulu tangkis asal China itu saat ini menghuni jajaran empat besar dunia dan dikenal memiliki permainan yang sangat konsisten.

"Besok akan berhadapan dengan Wang Zhi Yi. Tidak mudah pastinya melawan pemain top 4 dunia, tetapi saya mau habis-habisan dan mati-matian. Pikiran harus jauh lebih kuat dan tahan karena dia pasti tidak mudah dimatikan," ujar Putri, dikutip dari keterangan resmi PBSI, Kamis (16/7/2026).

Kepercayaan diri Putri meningkat setelah sukses menyingkirkan wakil Chinese Taipei, Huang Yu-Hsun, dalam babak 16 besar. Ia menang dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-9.

Meski menang tanpa kehilangan gim, Putri mengakui pertandingan tidak berjalan mudah. Huang dinilai memiliki gaya bermain yang unik dengan variasi pukulan yang kerap merepotkan lawan.

Untuk mengantisipasi permainan tersebut, Putri memilih mengendalikan tempo pertandingan dan membatasi kesempatan lawannya memainkan bola-bola lambung yang menjadi salah satu kekuatannya.

"Saya memang membatasi bola atasnya dia, tapi tidak setiap poin harus begitu. Kalau pun harus mengangkat atau melambungkan bola, saya tetap yakin dengan pukulan berikutnya," kata Putri.

Putri menambahkan, Huang memiliki karakter permainan yang menyerupai tunggal putra karena kaya variasi pukulan sehingga memaksanya tetap fokus sepanjang pertandingan. "Huang ini tipe bermainnya seperti tunggal putra, banyak variasi pukulan, jadi cukup menyulitkan," ujarnya.

Kemenangan atas Huang menjadi modal penting bagi Putri sebelum menghadapi ujian sesungguhnya melawan Wang Zhi Yi. Jika mampu menciptakan kejutan, Putri berpeluang mengamankan satu tempat di babak semifinal turnamen level BWF World Tour Super 750 tersebut.

Duel melawan Wang diprediksi berlangsung sengit mengingat keduanya sama-sama mengandalkan kecepatan, daya tahan, dan reli panjang. Mental bertanding serta ketenangan dalam memanfaatkan setiap peluang diperkirakan menjadi faktor penentu hasil pertandingan.

(Sumber: PBSI)