Editor: Damar Pratama
Pelatih baru tim nasional (timnas) Ghana, Carlos Queiroz. (Foto: FIFA)
GEBRAK.ID – Pelatih Timnas Ghana Carlos Queiroz optimistis pertandingan melawan Kolombia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 akan berlangsung sengit dan menghibur. Menurut pelatih asal Portugal tersebut, perbedaan karakter permainan kedua tim justru akan menghadirkan duel yang menarik untuk disaksikan para pencinta sepak bola.
Laga Ghana kontra Kolombia dijadwalkan berlangsung di Stadion Arrowhead, Kansas, Amerika Serikat, Sabtu (4/7/2026) pukul 08.30 WIB. Pertandingan ini menjadi salah satu duel yang dinantikan karena mempertemukan dua tim dengan gaya bermain yang kontras.
Kolombia datang dengan modal meyakinkan setelah tampil konsisten sejak fase grup. Sementara Ghana harus berjuang hingga laga terakhir untuk memastikan tempat di fase gugur sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Carlos Queiroz menilai kedua tim sama-sama memiliki ambisi besar untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026. Karena itu, ia yakin pertandingan tidak hanya berlangsung kompetitif, tetapi juga menghibur.
"Kedua tim bertekad untuk memenangkan pertandingan, menyuguhkan hiburan, dan tentu saja, berupaya membawa pulang hasil terbaik," ujar Queiroz seperti dikutip dari laman resmi FIFA, Jumat (3/7/2026).
Meski mengakui kualitas Kolombia, Queiroz menegaskan anak asuhnya tidak datang dengan rasa gentar. Pelatih yang pernah menangani Portugal, Iran, dan Mesir itu menilai setiap tim memiliki kelebihan sekaligus kelemahan yang bisa dimanfaatkan apabila dipelajari dengan baik.
Menurutnya, kunci utama untuk mengalahkan wakil Amerika Selatan tersebut adalah menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan dan tidak memberikan ruang bagi lawan mengembangkan permainan.
"Mereka memiliki kelemahan dan kelebihan, dan kami harus berhati-hati, tetap waspada, serta sangat cermat sepanjang 90 menit pertandingan," kata Queiroz.
Ghana memastikan tiket ke babak 32 besar setelah mengumpulkan empat poin dari tiga pertandingan di Grup L. Raihan itu cukup mengantarkan The Black Stars lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Keberhasilan tersebut menjadi modal berharga bagi Antoine Semenyo dan rekan-rekannya untuk kembali mencatatkan sejarah di panggung sepak bola dunia.
Target Ghana kali ini adalah melampaui pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia 2010. Pada edisi yang digelar di Afrika Selatan itu, Ghana menjadi tim Afrika ketiga yang mampu mencapai babak perempat final setelah Kamerun pada 1990 dan Senegal pada 2002.
Namun langkah mereka saat itu terhenti secara dramatis setelah kalah adu penalti dari Uruguay. Momen tersebut masih dikenang luas, terutama karena insiden penyelamatan kontroversial Luis Suarez pada menit-menit akhir perpanjangan waktu.
Kini, di bawah arahan Carlos Queiroz, Ghana berharap dapat menorehkan kisah baru. Pengalaman sang pelatih di berbagai turnamen internasional diyakini menjadi salah satu kekuatan utama untuk menghadapi tekanan pertandingan fase gugur.
Di sisi lain, Kolombia dipastikan tidak akan menjadi lawan yang mudah. Tim berjuluk Los Cafeteros dikenal memiliki organisasi permainan yang solid, lini tengah kreatif, serta serangan cepat yang kerap menyulitkan lawan.
Dengan kualitas yang dimiliki kedua tim, laga Ghana melawan Kolombia diprediksi berlangsung ketat sejak menit pertama. Tim yang mampu memanfaatkan peluang sekecil apa pun diyakini akan mengamankan tiket menuju babak 16 besar Piala Dunia 2026.
(Sumber: FIFA)