![]() |
| Demo dukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digelar di Monas hari ini, 8 Juli 2026. Simak tuntutan massa dan imbauan polisi untuk hindari jalur demo. ( Foto: tangkapan layar) |
Editor: Damar Pratama
GEBRAK.ID,JAKARTA – Aksi unjuk rasa mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan digelar di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, pada hari ini, Rabu (8/7/2026). Rencananya, aksi yang dikoordinir oleh Presidium Relawan dan Simpatisan Dukung MBG serta sejumlah elemen lainnya itu akan dimulai pada pukul 09.00 WIB.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menyiagakan 1.686 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran untuk mengamankan jalannya aksi . Sebelum bertugas, personel mengikuti apel gelar pasukan di area Monumen Nasional (Monas) sejak pukul 07.00 WIB.
Tuntutan Massa: Keberlanjutan Program hingga Pembentukan UU
Aksi kali ini bukan hanya sekadar dukungan, melainkan membawa sejumlah tuntutan konkret. Koordinator Presidium Relawan, Mitra, dan Simpatisan Dukung Keberlanjutan MBG, Ahmad Yazdi, menyatakan bahwa para peserta yang terdiri dari pekerja dapur, mitra, pemasok, relawan, hingga orang tua penerima manfaat menuntut empat hal utama.
Pertama, mereka mendukung keberlanjutan program MBG sebagai program strategis untuk mewujudkan Generasi Emas 2045 sekaligus mendorong pemerataan ekonomi rakyat. Kedua, massa mendesak pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera memfasilitasi forum diskusi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan guna membahas perbaikan tata kelola program yang dinilai masih memiliki sejumlah polemik.
Selain itu, mereka juga meminta pemerintah mempercepat operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang hingga kini belum berjalan optimal. Tuntutan terakhir adalah mendesak DPR segera menyusun undang-undang tentang MBG untuk memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem program ini.
Ribuan Massa Diklaim Hadir, Polisi Imbau Cari Jalur Alternatif
Aksi yang digelar di kawasan Silang Selatan Monas ini diklaim akan dihadiri hingga 1 juta peserta dari berbagai daerah, mulai dari Jabodetabek, Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan, hingga Sulawesi . Menanggapi isu massa bayaran, Yazdi menyebut bantuan biaya transportasi bagi relawan yang datang dari jauh adalah bentuk fasilitasi, bukan praktik politik uang.
"Kalau memang orang ingin datang menyuarakan aspirasinya, tetapi tidak punya ongkos, ya harus dikasih," ujar Yazdi dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Sementara itu, pihak kepolisian akan memberlakukan rekayasa lalu lintas secara situasional di sekitar lokasi demo, dengan mempertimbangkan jumlah massa di lapangan. Iptu Erlyn Sumantri mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan sekitar Monas dan mencari jalur alternatif guna mengantisipasi kemacetan.
"Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berlangsung dan menyesuaikan waktu keberangkatan untuk menghindari potensi kepadatan arus lalu lintas," imbau Erlyn.
( berbagai sumber)
