Rodri Beberkan Strategi Spanyol Redam Messi di Final Piala Dunia 2026 Nanti

Kapten Timnas Spanyol, Rodri, menyebut final Piala Dunia 2026 melawan Argentina sebagai pertandingan terbesar dalam perjalanan kariernya. (Foto: AFP/FIFA)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID, JAKARTA -- Kapten Timnas Spanyol, Rodri, menyebut final Piala Dunia 2026 melawan Argentina sebagai pertandingan terbesar dalam perjalanan kariernya. Gelandang andalan La Furia Roja itu juga mengungkap strategi yang akan diterapkan timnya untuk meredam ancaman Lionel Messi.

Spanyol akan menghadapi juara bertahan Argentina pada partai final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Laga ini menjadi peluang bagi Spanyol untuk meraih gelar juara dunia kedua setelah sukses mengangkat trofi pada edisi 2010.

Rodri mengakui seluruh pemain Spanyol sangat antusias menyambut pertandingan puncak tersebut. Namun, ia menegaskan timnya tetap menjaga ketenangan agar mampu tampil maksimal.

"Jelas di titik ini kami memiliki lawan yang sangat tangguh yang tahu rasanya menjadi juara dunia. Kami menatap laga ini dengan antusiasme dan ketenangan yang tinggi, mengetahui bahwa ini laga terpenting dalam hidup kami," ujar Rodri kepada Diario AS, Sabtu (18/7/2026).

Menurut pemain berusia 30 tahun itu, keberhasilan Spanyol mencapai final menjadi bukti perkembangan tim dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai La Furia Roja berhasil melewati lawan-lawan kuat sepanjang turnamen.

"Ini adalah final kedua kami. Kami melihat bagaimana tim terus berkembang dan mampu mengalahkan tim-tim seperti Prancis, Portugal, dan Belgia. Kini tinggal satu langkah lagi, dan kami sangat bersemangat," kata Rodri.

Meski demikian, Rodri mengingatkan bahwa Argentina memiliki karakter permainan yang berbeda dibandingkan Prancis yang dikalahkan Spanyol di babak semifinal.

Rodri menilai tim asuhan Lionel Scaloni lebih mengandalkan permainan kolektif, penguasaan bola, dan agresivitas sehingga membutuhkan pendekatan taktik yang berbeda.

"Mereka adalah lawan yang harus dipahami dengan cara berbeda. Prancis memiliki kekuatan serangan balik yang besar, sementara Argentina lebih kolektif, berbasis penguasaan bola, sangat agresif, dan penuh karakter," ujar Rodri.

Karena itu, Spanyol harus mampu memaksimalkan kekuatan sendiri, baik saat menyerang maupun bertahan, jika ingin mengangkat trofi Piala Dunia.

Selain membahas kekuatan Argentina, Rodri juga memberi perhatian khusus kepada Lionel Messi yang kembali menjadi sosok sentral dalam perjalanan Albiceleste menuju final. Menurutnya, pemain berjuluk La Pulga itu tetap mampu menjadi pembeda, meski berada dalam tekanan.

"Pertama, jauhkan dia dari kotak penalti. Kedua, ketika kami harus bertahan, kami harus tetap rapat dan lebih agresif. Jangan terlalu mundur ke belakang," kata Rodri.

Rodri menjelaskan, gaya bermain Spanyol yang mengandalkan pressing tinggi harus tetap dipertahankan untuk membatasi ruang gerak Argentina.

"Kami adalah tim yang melakukan pressing tinggi untuk memaksa lawan bertahan. Saya pikir itu akan menjadi kunci pertandingan. Tetapi dengan pemain seperti Leo, yang sering kali tidak terduga, kami harus sangat berhati-hati," tegas Rodri.

Final Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi duel sengit antara dua kekuatan besar sepak bola dunia. Di satu sisi, Spanyol mengincar gelar dunia kedua, sementara Argentina berusaha mempertahankan statusnya sebagai juara bertahan dengan mengandalkan pengalaman serta magis Lionel Messi.

(Sumber: Diario AS)