GEBRAK.ID -- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan talenta muda Indonesia di ajang sains dunia. Setelah sukses membawa pulang medali emas pada International Physics Olympiad (IPhO) 2026, kini Tim Olimpiade Biologi Indonesia kembali mengibarkan Merah Putih lewat raihan satu medali emas pada International Biology Olympiad (IBO) ke-37 yang berlangsung di Vilnius, Lithuania, pada 12-19 Juli 2026.
Dalam kompetisi yang diikuti 78 negara tersebut, Indonesia berhasil membawa pulang empat medali, yakni satu emas, dua perak, dan satu perunggu. Hasil ini sekaligus menegaskan daya saing pelajar Indonesia di tingkat internasional.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Maria Veronica Irene Herdjiono, mengapresiasi capaian luar biasa para peserta.
"Capaian ini menjadi bukti nyata talenta muda Indonesia dapat bersaing di tingkat global. Medali emas pada IBO merupakan medali emas kedua yang berhasil diraih Indonesia pada olimpiade sains internasional tahun ini setelah International Physics Olympiad (IPhO). Selamat kepada para peserta, semoga prestasi ini menginspirasi talenta muda Indonesia lainnya," ujar Irene dalam siaran pers Kemendikdasmen, Rabu (22/7/2026).
Medali emas Indonesia dipersembahkan Jonathan Ezekiel, siswa SMA Kristen BPK Penabur Gading Serpong, Banten. Sementara dua medali perak diraih Derickson Lie dari SMAS Mondial Batam dan Talita Alya Nabilah dari MAN 2 Kota Malang. Adapun medali perunggu disumbangkan Sabrina Yeira Arisandra dari SMA Negeri 3 Malang.
Setibanya di Indonesia pada Senin (20/7/2026), Jonathan mengaku bangga bisa mengharumkan nama bangsa di panggung internasional. Ia mengungkapkan keberhasilannya tidak lepas dari proses panjang, termasuk mengikuti tiga tahap pemusatan pelatihan nasional sebelum berangkat ke Lithuania.
"Saya berharap prestasi ini bisa memotivasi generasi muda Indonesia untuk terus berjuang, tidak mudah menyerah, dan mencintai bidang yang mereka tekuni," kata Jonathan.
Ketua Tim Olimpiade Biologi Indonesia, Agus Dana Permana, mengatakan hasil tersebut merupakan buah dari kerja keras peserta, pembina, dan dukungan berbagai pihak selama proses pembinaan.
"Pembinaan menjadi kunci utama. Semakin panjang waktu pelatihan, terutama untuk praktikum, semakin besar peluang siswa meraih hasil terbaik. Kami bersyukur tahun ini Indonesia kembali meraih medali emas. Ini menunjukkan bahwa talenta muda Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat dunia apabila didukung pembinaan yang berkelanjutan," ujar Agus.
Menurut Agus, IBO 2026 diikuti 78 negara dengan masing-masing negara mengirimkan maksimal empat peserta. Selain menjadi ajang kompetisi, olimpiade tersebut juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring internasional.
Keberhasilan Jonathan juga mendapat apresiasi dari Kepala SMA Kristen BPK Penabur Gading Serpong, Kristina Tarigan. Ia menilai prestasi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara siswa, pembina, sekolah, dan keluarga.
Menurut Kristina, sekolah memberikan pembinaan khusus melalui program Brilliant Class yang mengintegrasikan kurikulum nasional, Cambridge, dan pembinaan olimpiade sains.
"Keberhasilan Jonathan merupakan hasil kerja keras, konsistensi, serta kolaborasi antara pembina, sekolah, dan keluarga. Kami berharap semakin banyak talenta muda Indonesia yang berani bermimpi dan berprestasi di tingkat dunia," kata Kristina.
Dukungan penuh juga datang dari keluarga. Ayah Jonathan, Deni, mengatakan keluarga selalu berupaya menjaga kesiapan mental dan fisik putranya selama menjalani proses pembinaan. "Kami bangga atas prestasi Jonathan. Saya berharap anak-anak Indonesia terus percaya diri, berjuang, dan tidak takut bermimpi karena kerja keras akan membuahkan hasil," ujarnya.
Prestasi pada International Biology Olympiad 2026 menjadi bukti bahwa pembinaan talenta secara berkelanjutan mampu melahirkan generasi muda Indonesia yang mampu bersaing di level global. Kemendikdasmen melalui Puspresnas menyatakan akan terus memperkuat pembinaan agar semakin banyak pelajar Indonesia mengukir prestasi di berbagai ajang internasional.
(Sumber: Kemendikdasmen)
