Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Puasa Gelar Brasil Berlanjut hingga 28 Tahun

Mimpi Brasil untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia harus kembali tertunda. Skuad Selecao dipastikan angkat koper dari Piala Dunia 2026 setelah takluk 1-2 dari Norwegia di New York New Jersey Stadium, East Rutherford, Amerika Serikat, Senin (6/7/2026) dini hari WIB pada babak 16 besar, sekaligus memperpanjang penantian meraih gelar juara dunia. (Foto: FIFA)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID – Mimpi Brasil untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia harus kembali tertunda. Skuad Selecao dipastikan angkat koper dari Piala Dunia 2026 setelah takluk 1-2 dari Norwegia pada babak 16 besar, sekaligus memperpanjang penantian meraih gelar juara dunia.

Bertanding di New York New Jersey Stadium, East Rutherford, Amerika Serikat, Senin (6/7/2026) dini hari WIB, tim besutan Carlo Ancelotti gagal menunjukkan dominasi sebagai pemilik lima gelar Piala Dunia. Sebaliknya, Norwegia tampil lebih efektif dan mampu memanfaatkan setiap peluang yang didapat.

Erling Haaland kembali menjadi pembeda bagi tim Skandinavia. Penyerang berusia 25 tahun itu mencetak dua gol yang memastikan langkah Norwegia ke babak perempat final sekaligus mengubur harapan Brasil untuk mengakhiri paceklik gelar.

Gol pertama Haaland lahir pada menit ke-79 melalui sundulan keras setelah memenangkan duel udara melawan Gabriel Magalhaes. Bola meluncur ke sudut kanan gawang tanpa mampu dijangkau Alisson Becker.

Ketika Brasil berusaha mengejar ketertinggalan, Haaland kembali menghukum lini belakang Selecao. Pada menit ke-90, ia memanfaatkan ruang di depan kotak penalti sebelum melepaskan tendangan mendatar yang kembali bersarang di pojok kanan gawang Alisson.

Brasil baru mampu memperkecil ketertinggalan pada masa injury time melalui eksekusi penalti Neymar. Namun gol tersebut datang terlambat untuk mengubah hasil pertandingan.

Meski kalah, Brasil sebenarnya memiliki sejumlah peluang emas sepanjang laga. Vinicius Junior, Matheus Cunha, hingga Rayan beberapa kali mengancam gawang Norwegia. Namun penampilan gemilang kiper Orjan Nyland dan kokohnya pertahanan tim asuhan Stale Solbakken membuat berbagai peluang tersebut gagal berbuah gol.

Yang mengejutkan, Brasil justru tampil lebih reaktif sepanjang pertandingan. Tim asuhan Carlo Ancelotti cenderung menunggu dan mengandalkan serangan balik, sementara Norwegia lebih berani menguasai permainan dan mendikte tempo laga.

Strategi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat Brasil kehilangan kendali permainan hingga akhirnya harus menerima kekalahan.

Hasil ini sekaligus mengulang kenangan pahit Brasil saat menghadapi Norwegia di Piala Dunia 1998. Kala itu, Selecao juga kalah dengan skor 1-2 pada fase grup. Bedanya, Brasil saat itu tetap melaju hingga partai final, sedangkan kekalahan kali ini langsung mengakhiri perjalanan mereka di turnamen.

Kegagalan di Piala Dunia 2026 juga mencatatkan rekor yang tidak diinginkan bagi Brasil. Untuk pertama kalinya sejak edisi 1990, tim Samba harus tersingkir pada babak 16 besar.

Lebih menyakitkan lagi, Brasil kini dipastikan belum mampu mengakhiri puasa gelar yang telah berlangsung sejak menjadi juara dunia pada 2002. Dengan Piala Dunia berikutnya baru digelar pada 2030, maka penantian mereka akan mencapai 28 tahun.

Durasi tersebut menyamai rekor terpanjang Brasil tanpa gelar juara dunia. Sebelumnya, mereka juga menunggu selama 28 tahun sejak Piala Dunia pertama pada 1930 hingga akhirnya meraih trofi perdana pada 1958 di Swedia.

Kegagalan ini dipastikan akan menjadi bahan evaluasi besar bagi sepak bola Brasil. Meski dihuni banyak pemain bintang yang berkarier di liga-liga elite Eropa, Selecao kembali gagal memenuhi ekspektasi publik untuk mengembalikan kejayaan mereka di pentas dunia.

Penampilan Brasil bahkan menuai kritik dari sejumlah pengamat sepak bola. Salah satunya datang dari legenda Swedia, Zlatan Ibrahimovic, yang menyindir gaya bermain Selecao usai pertandingan.

"Norwegia bermain Jogo Bonito, sementara Brasil memperagakan Jogo...saya tak tahu apa itu," ujar Ibrahimovic dalam analisisnya di Fox, seperti dikutip The Athletic.

Sindiran tersebut menggambarkan bagaimana identitas sepak bola atraktif yang selama puluhan tahun melekat pada Brasil justru lebih terlihat dalam permainan Norwegia pada laga tersebut. Kini, pertanyaan besar pun mengemuka: kapan Selecao mampu mengakhiri penantian panjang untuk kembali menjadi raja sepak bola dunia?

(Berbagai Sumber)