Apresiasi Program Beasiswa Rembang, Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Pendidikan Bisa Ubah Masa Depan Anak Bangsa

Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat menghadiri Puncak Perayaan Anniversary Forum Anak Beasiswa Rembang (FABS) ke-IX yang berlangsung di Pendopo Museum R.A. Kartini, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (4/7/2026). (Foto: Humas Kemendikdasmen)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID, REMBANG – Komitmen Pemerintah Kabupaten Rembang dalam memperluas akses pendidikan kembali mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menilai program beasiswa yang dijalankan daerah tersebut menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi pemerintah daerah mampu menghadirkan kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengenyam pendidikan tinggi.

Hal itu disampaikan Abdul Mu'ti saat menghadiri Puncak Perayaan Anniversary Forum Anak Beasiswa Rembang (FABS) ke-IX yang berlangsung di Pendopo Museum R.A. Kartini, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (4/7/2026).

Suasana hangat terasa sepanjang acara. Ratusan mahasiswa penerima beasiswa berkumpul, saling bertukar pengalaman, dan merayakan perjalanan pendidikan yang telah membawa mereka semakin dekat dengan cita-cita.

Di hadapan para mahasiswa, Abdul Mu'ti mengungkapkan bahwa dirinya memahami betul arti sebuah beasiswa. Ia mengaku perjalanan hidupnya juga tidak lepas dari berbagai program bantuan pendidikan yang pernah diterimanya.

"Saya mungkin salah satu dari sekian banyak anak Indonesia yang hidupnya dari beasiswa ke beasiswa. Karena itu saya merasakan betul apa makna dukungan pemerintah terhadap anak-anak yang ingin meraih cita-cita melalui pendidikan," ujarnya.

Menurut Abdul Mu'ti, beasiswa bukan sekadar bantuan biaya kuliah, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Kesempatan memperoleh pendidikan yang layak, kata dia, mampu mengubah masa depan seseorang sekaligus menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas bangsa.

Ia pun mengapresiasi konsistensi Pemerintah Kabupaten Rembang dalam mengembangkan Forum Anak Beasiswa Rembang sebagai wadah yang tidak hanya menyalurkan bantuan pendidikan, tetapi juga membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda.

"Forum seperti ini tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya para penerima beasiswa. Yang lebih penting, forum ini harus menjadi ruang lahirnya generasi muda yang cerdas, percaya diri, dan siap mengabdi kepada masyarakat," kata Abdul Mu'ti.

Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Rembang sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pemerataan akses pendidikan bermutu sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.

Karena itu, pemerintah terus memperluas kesempatan belajar melalui berbagai program afirmatif, mulai dari Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, Garuda Transformasi, hingga Sekolah Nasional Terintegrasi. Seluruh program tersebut dirancang agar anak-anak Indonesia, termasuk yang berasal dari keluarga kurang mampu maupun daerah terpencil, tetap memiliki peluang yang sama untuk meraih pendidikan berkualitas.

"Kesempatan itu terbuka bagi siapa pun. Percaya dirilah, meskipun berasal dari keluarga sederhana atau tinggal di daerah yang jauh dari pusat kota. Masa depan dibangun dari kesungguhan belajar," jelas Abdul Mu'ti.

Selain memperluas akses pendidikan, Mendikdasmen juga menyoroti pentingnya pengembangan program beasiswa yang disesuaikan dengan potensi unggulan masing-masing daerah.

Untuk Kabupaten Rembang, misalnya, penguatan pendidikan vokasi berbasis sektor kelautan dinilai memiliki prospek besar. Menurutnya, model pendidikan tersebut tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru sesuai potensi ekonomi lokal.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, Abdul Mu'ti juga mengingatkan pentingnya membangun karakter generasi muda. Penguasaan teknologi memang menjadi kebutuhan masa depan, namun harus dibarengi dengan etika dalam memanfaatkannya.

"Kita harus menguasai teknologi digital karena itu kebutuhan masa depan. Namun yang tidak kalah penting adalah menjaga keadaban digital. Teknologi harus membuat kita semakin beradab, bukan kehilangan nilai-nilai kemanusiaan," tegas Abdul Mu'ti.

Sementara itu, Pembina Forum Anak Beasiswa Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro, mengungkapkan bahwa sejak pertama kali dijalankan pada 2017, program tersebut telah membantu 494 mahasiswa melanjutkan pendidikan tinggi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 389 mahasiswa diterima di berbagai perguruan tinggi negeri, sedangkan 105 lainnya melanjutkan studi di perguruan tinggi swasta di Kabupaten Rembang.

"Forum Anak Beasiswa Rembang harus terus menunjukkan bahwa keberadaannya membawa manfaat bagi masyarakat. Anak-anak inilah yang kelak menjadi generasi penerus pembangunan Kabupaten Rembang dan Indonesia," ujar Hanies.

Keberhasilan program ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan masyarakat mampu menghadirkan pemerataan akses pendidikan yang lebih inklusif. 

Dengan dukungan beasiswa yang berkelanjutan, semakin banyak anak Indonesia memiliki kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan tinggi, meningkatkan kualitas diri, sekaligus berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa di masa depan.

(Sumber: Kemendikdasmen)