![]() |
| Tony Blair bertemu Danantara membahas investasi, hilirisasi, transformasi BUMN, dan penguatan tata kelola untuk mendorong ekonomi Indonesia. (Foto: IG Rosan Roeslani) |
GEBRAK.ID,JAKARTA– Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menerima kunjungan mantan Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair bersama jajaran Tony Blair Institute for Global Change (TBI) pada Selasa (7/7/2026). Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama strategis guna mempercepat transformasi badan usaha milik negara (BUMN) sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di tingkat global.
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria, serta CIO Danantara Pandu Sjahrir tersebut, kedua belah pihak mengeksplorasi potensi kolaborasi di berbagai sektor prioritas nasional.
Pembahasan meliputi penguatan tata kelola perusahaan, percepatan hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, transformasi digital, pengembangan kawasan ekonomi, hingga peningkatan kapasitas kelembagaan melalui pemanfaatan pengalaman internasional yang dimiliki TBI.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan investasi dan korporasi negara, sekaligus membuka akses lebih luas terhadap investasi berkualitas dari jaringan global yang dimiliki Tony Blair Institute.
Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa kemitraan dengan lembaga internasional merupakan bagian dari strategi mempercepat reformasi BUMN.
"Kita ingin transformasi BUMN berjalan lebih cepat. Karena itu, penting bagi kita membuka ruang kolaborasi dengan mitra global seperti Tony Blair Institute. Banyak pengalaman dan praktik yang bisa kita adaptasi agar hasilnya lebih optimal dan memberikan nilai tambah bagi Indonesia," ujar Dony dalam keterangan resmi.
Fokus memperkuat daya saing nasional
Danantara menilai kerja sama dengan lembaga internasional akan membantu mempercepat implementasi program-program strategis pemerintah, terutama dalam mendorong investasi jangka panjang dan meningkatkan daya saing sektor industri nasional.
Transformasi digital, peningkatan tata kelola, serta pengembangan proyek-proyek hilirisasi dinilai menjadi faktor penting agar BUMN mampu bersaing di pasar global sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh CEO Danantara yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, CIO Danantara Pandu Sjahrir, serta sejumlah pejabat dari Tony Blair Institute.
Tony Blair Institute aktif mendukung reformasi kebijakan
Tony Blair Institute for Global Change merupakan organisasi nirlaba yang didirikan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair. Lembaga ini telah bermitra dengan berbagai negara dalam memberikan pendampingan terkait reformasi pemerintahan, digitalisasi layanan publik, pengembangan investasi, hingga transformasi ekonomi.
Di Indonesia, TBI dalam beberapa tahun terakhir juga terlibat dalam berbagai diskusi kebijakan bersama pemerintah terkait penguatan investasi, pengembangan ekonomi digital, transisi energi, serta peningkatan iklim usaha.
Pemerintah berharap sinergi antara Danantara dan Tony Blair Institute dapat memperkuat kualitas pengelolaan investasi negara sekaligus mempercepat realisasi berbagai proyek strategis yang menjadi prioritas pembangunan nasional.
Melalui kolaborasi tersebut, Danantara menargetkan mampu membangun ekosistem BUMN yang semakin profesional, transparan, berdaya saing global, dan berperan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.
(berbagai sumber)
