GEBRAK.ID, JAKARTA -- Dua raksasa otomotif dunia, Toyota dan BMW, memulai langkah baru dalam upaya mengurangi emisi karbon dengan menguji penggunaan bahan bakar berbasis minyak jelantah. Uji coba ini berlangsung di Spanyol dan menjadi bagian dari pencarian solusi transportasi rendah emisi tanpa harus sepenuhnya bergantung pada kendaraan listrik.
CarsCoops pada Kamis (16/7/2026) waktu setempat melaporkan, program yang dijadwalkan berjalan selama enam bulan tersebut melibatkan sejumlah mitra strategis, yakni Toyota, BMW, Bosch, dan perusahaan energi asal Spanyol, Repsol.
Dalam proyek ini, sekitar 20 unit mobil Toyota dan BMW akan menggunakan Nexa 95, bahan bakar terbarukan produksi Repsol yang dibuat dari limbah organik. Bahan bakunya berasal dari minyak goreng bekas atau minyak jelantah, limbah pertanian, hingga berbagai residu organik lainnya.
Meski kendaraan tetap menghasilkan emisi gas buang, bahan bakar tersebut diklaim memiliki jejak karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan bensin berbasis fosil. Hal itu karena karbon yang dilepaskan berasal dari material organik yang sebelumnya menyerap karbon di atmosfer, bukan dari cadangan minyak bumi yang tersimpan selama jutaan tahun.
Keunggulan lain dari Nexa 95 adalah sifat kimianya yang hampir sama dengan bensin konvensional. Dengan demikian, bahan bakar ini dapat langsung digunakan pada kendaraan bermesin bensin tanpa perlu melakukan modifikasi mesin ataupun membangun infrastruktur pengisian bahan bakar baru.
Bosch turut berkontribusi dalam proyek tersebut melalui teknologi Digital Fuel Twin. Sistem digital ini dirancang untuk melacak distribusi bahan bakar mulai dari proses produksi, rantai pasok, hingga akhirnya digunakan oleh kendaraan.
Teknologi tersebut juga memastikan bahwa setiap kendaraan peserta uji coba benar-benar menggunakan bahan bakar terbarukan yang telah tersertifikasi sehingga transparansi penggunaan energi dapat dipantau secara akurat.
Melalui proyek ini, para peserta ingin membuktikan tiga hal penting. Pertama, bahan bakar terbarukan dapat disalurkan melalui jaringan stasiun pengisian bahan bakar yang sudah tersedia saat ini.
Kedua, sistem sertifikasi digital mampu menjamin keaslian bahan bakar yang digunakan. Ketiga, kendaraan bermesin bensin yang sudah beredar di jalan dapat langsung memanfaatkan bahan bakar rendah karbon tanpa memerlukan perubahan teknis.
Spanyol dipilih sebagai lokasi uji coba karena Repsol telah memiliki jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum yang menyediakan bensin terbarukan 100 persen.
Program ini juga berlangsung di tengah kebijakan Uni Eropa yang menargetkan penghentian penjualan mobil baru bermesin pembakaran internal mulai 2035. Meski demikian, hingga kini masih berlangsung pembahasan mengenai kemungkinan pengecualian bagi kendaraan yang menggunakan bahan bakar netral karbon.
Bagi Toyota dan BMW, pengembangan bahan bakar terbarukan menjadi salah satu strategi untuk mempercepat dekarbonisasi sektor transportasi. Kedua produsen otomotif tersebut meyakini bahwa elektrifikasi bukan satu-satunya jalan menuju mobilitas rendah emisi.
Jika pengujian ini membuahkan hasil positif, penggunaan bahan bakar ramah lingkungan dari limbah organik seperti minyak jelantah berpotensi menjadi solusi transisi bagi jutaan kendaraan bermesin bensin yang masih beroperasi di berbagai negara, sekaligus mendukung target emisi nol bersih pada masa mendatang.
(Sumber: Carscoops)
