![]() |
| UNESCO menetapkan enam situs di Tepi Barat dan Lebanon sebagai Warisan Dunia terancam punah meski mendapat penolakan dari Israel. (Foto: Wikipedia) |
GEBRAK.ID,JAKARTA – Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) resmi menetapkan enam situs bersejarah di Tepi Barat dan Lebanon sebagai Warisan Dunia sekaligus memasukkannya ke dalam Daftar Warisan Dunia yang Terancam Punah. Keputusan tersebut diambil meski mendapat penolakan keras dari Israel.
Keputusan itu disahkan dalam sidang ke-48 Komite Warisan Dunia UNESCO yang berlangsung di Busan, Korea Selatan, pada Jumat (24/7/2026). Penetapan dilakukan melalui prosedur darurat dengan pertimbangan bahwa situs-situs tersebut menghadapi ancaman serius akibat konflik bersenjata yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Enam lokasi yang ditetapkan terdiri dari kawasan arkeologi Sebastia di Tepi Barat serta lima benteng bersejarah di wilayah Jabal Amel (Mount Amel), Lebanon Selatan. Seluruh situs tersebut dinilai memiliki nilai sejarah dan budaya yang luar biasa serta memerlukan perlindungan internasional karena rentan mengalami kerusakan akibat konflik.
Israel Tolak Keputusan UNESCO
Sebelum pemungutan suara dilakukan, pemerintah Israel telah meminta Komite Warisan Dunia UNESCO menolak pengajuan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Israel menilai pencalonan situs-situs itu sarat kepentingan politik dan menyebut langkah tersebut sebagai upaya menghapus keterkaitan sejarah bangsa Yahudi dengan wilayah yang disengketakan.
Usai keputusan diumumkan, Israel kembali mengecam UNESCO dan menuduh organisasi tersebut menjadikan warisan budaya sebagai instrumen politik.
Palestina Sambut Positif
Sebaliknya, pemerintah Palestina menyambut baik keputusan UNESCO.
Otoritas Palestina berharap status Warisan Dunia dapat memperkuat perlindungan kawasan Sebastia yang dikenal menyimpan peninggalan dari berbagai peradaban, mulai dari Kerajaan Israel kuno, era Helenistik, Romawi, Bizantium, Islam, hingga Kesultanan Utsmaniyah.
Palestina juga berharap pengakuan internasional tersebut dapat menghambat rencana perluasan penguasaan lahan di sekitar kawasan arkeologi tersebut.
Lima Benteng Bersejarah Lebanon Ikut Dilindungi
Selain Sebastia, UNESCO juga menetapkan lima benteng bersejarah di kawasan Jabal Amel, Lebanon Selatan.
Benteng-benteng tersebut merupakan saksi penting sejarah kawasan Levant pada masa Perang Salib dan berbagai dinasti yang pernah berkuasa di wilayah tersebut. UNESCO menilai konflik bersenjata dalam beberapa tahun terakhir meningkatkan risiko kerusakan terhadap bangunan-bangunan bersejarah itu sehingga memerlukan perlindungan khusus.
Dalam sidang yang sama, UNESCO juga memasukkan Kota Tua Tyre di Lebanon ke dalam Daftar Warisan Dunia Terancam Punah setelah situs tersebut mengalami kerusakan akibat serangan selama konflik di Lebanon.
UNESCO Tegaskan Tetap Netral
UNESCO menegaskan bahwa seluruh usulan penetapan Warisan Dunia dinilai berdasarkan prosedur dan kriteria yang sama tanpa mempertimbangkan kepentingan politik negara tertentu.
Organisasi tersebut menyatakan keputusan diambil semata-mata untuk melindungi situs budaya yang memiliki nilai universal luar biasa dan menghadapi ancaman nyata akibat konflik maupun kerusakan lainnya.
Penetapan ini kembali menunjukkan bagaimana pelestarian warisan budaya di kawasan konflik kerap menjadi isu sensitif yang memicu perbedaan pandangan politik. Namun bagi UNESCO, perlindungan terhadap situs-situs bersejarah tetap menjadi prioritas demi menjaga warisan peradaban dunia bagi generasi mendatang.
(berbagai sumber)
