GEBRAK.ID, JAKARTA – Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama menepis anggapan yang berkembang di media sosial mengenai adanya "Marquez curse" atau kutukan Marc Marquez di Pertamina Mandalika International Circuit. Menurutnya, tidak ada kaitan antara hasil balapan seorang pembalap dengan mitos tersebut.
Belakangan ini, istilah "Marquez curse" ramai diperbincangkan setelah Marc Marquez selalu gagal menyelesaikan balapan MotoGP Indonesia dalam empat musim berturut-turut.
Terakhir, juara dunia MotoGP 2025 itu kembali gagal finis pada MotoGP Indonesia 2025 setelah motornya keluar lintasan dan masuk ke area gravel pada lap-lap awal balapan.
Namun bagi Veda, anggapan tersebut tidak memengaruhi dirinya maupun pembalap Indonesia lainnya, Mario Suryo Aji.
"Kalau kami berdua (Veda dan Mario Aji) tidak percaya. Ya, kutukannya buat Marquez kan, bukan buat kami," kata Veda Ega dikutip dari Antara di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu justru menilai spekulasi mengenai kutukan hanya akan menimbulkan persepsi yang keliru. "Orang yang beranggapan seperti itu justru lebih menjerumuskan. Jadi itu tidak memengaruhi kami berdua," ujarnya.
Mandalika Punya Tantangan Tersendiri
Alih-alih percaya pada mitos, Veda menilai karakter Sirkuit Mandalika memang memiliki tantangan teknis yang berbeda dibandingkan lintasan MotoGP lainnya.
Sirkuit sepanjang 4,31 kilometer yang berada di kawasan pesisir Lombok, Nusa Tenggara Barat, kerap dipengaruhi kondisi angin yang berubah-ubah sehingga menyulitkan pembalap.
Menurut Veda, faktor alam seperti suhu udara dan arah angin jauh lebih masuk akal menjadi penyebab sejumlah pembalap mengalami kesulitan saat berlaga di Mandalika.
"Mungkin karena suhu atau angin. Angin yang arahnya tidak bisa diprediksi karena kami ada di pinggir laut," jelas Veda.
Siap Tampil di MotoGP Indonesia 2026
Veda Ega Pratama dipastikan akan menjadi salah satu wakil Indonesia pada MotoGP Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit pada 9-11 Oktober mendatang.
Pembalap Honda Team Asia itu akan menjalani balapan kandang pertamanya di kelas Moto3 setelah promosi sebagai rookie musim ini.
Sementara itu, Mario Suryo Aji kembali dipercaya tampil di kelas Moto2 bersama Honda Team Asia.
Kehadiran dua pembalap Indonesia di Mandalika menjadi kabar menggembirakan bagi pecinta balap motor Tanah Air. Dukungan publik diharapkan mampu menjadi tambahan motivasi bagi Veda maupun Mario untuk meraih hasil terbaik di hadapan pendukung sendiri.
Sebelumnya, Veda juga menunjukkan perkembangan positif sepanjang paruh musim Moto3 2026 dengan beberapa kali mampu bersaing di barisan depan. Penampilan tersebut menjadi modal berharga menjelang balapan kandang yang diprediksi akan mendapat perhatian besar dari publik Indonesia.
(Sumber: Antara)
